BPBD Imbau Warga Kota Kupang Waspadai Cuaca Buruk

Bagikan Artikel ini

Kupang, NTTOnlinenow.com – Saat ini Kota Kupang dilanda hujan lebat, angin kencang disertai guntur. Cuaca ini belum bisa diprediksi kapan berakhir. Untuk itu, masyarakat diminta selalu waspada.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang, Jimmi Didok, mengatakan, telah mengeluarkan himbauan kepada lurah dan camat untuk diteruskan ke RT dan RW untuk mengimbau setiap warga, akan bahaya angin kencang, hujan disertai petir dan guntur.

“Jadi kami sudah mengeluarkan himbauan agar semua warga waspada, karena kemarin sudah terjadi di Kabupaten Kupang dan memakan korban, sehingga semua masyarakat Kota Kupang harus waspada,” katanya.

Selain ke para Lurah, kata Jimmi Didok, BPBD juga mengeluarkan surat imbauan tersebut kepada rumah-rumah ibadah.

“Memang ada perubahan cuaca dan dari BMKG sudah mengeluarkan imbauan tersebut, dan memang kondisi saat ini dipengaruhi oleh cuaca dari Australia, sehingga tidak bisa diprediksi kapan akan berkahir,” ujarnya.

Dia menjelaskan, memang di Kota Kupang beberapa hari berturut-turut kemarin memang terjadi hujan disertai guntur dan dan petir sehingga masyarakat perlu waspada.

Jimmi melanjutkan, untuk anggaran bencana sendiri, tidak dianggarkan secara khusus tetapi ada anggaran tidak terduga sebesar Rp 1 miliar apa bila terjadi bencana alam dan wabah yang tidak terduga.

“Dan untuk menetapkan status siaga darurat, maka harus dikeluarkan oleh kepala daerah dalam hal ini Wali Kota Kupang melalui SK Wali Kota, barulah anggaran tanggap bencana dan siaga darurat tersebut bisa digunakan,” jelasnya.

Pada prinsipnya, kata Jimmi, BPBD selalu stand by untuk membantu masyarakat apa bila ada bencana, karena bencana sifatnya tidak terduga atau mendadak maka BPBD selalu siaga 24 jam.

Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Kupang, Ewalde Taek, mengatakan, meski sulit diprediksi kapan berkahirnya cuaca buruk ini, BPBD perlu mendata potensi bencana yang mungkin terjadi di wilayah Kota Kupang.

Menurut Ewalde Taek, badai angin kencang dan puting beliung itu tidak bisa diprediksi waktunya dan bahkan semua daerah wajib untuk waspada terhadap bencana ini. BPBD bisa menggunakan anggaran mendahului apabila anggaran tanggap bencana tidak bisa mengkover keseluruhan penangguoang dampak bencana.

Kata Ewalde, dalam perencanaan anggaran untuk pencegahan dan antisipasi penanganan bencana, sampai dengan akhir tahun 2020 ini masih menggunakan anggaran tahun 2020 yang diberikan pada anggaran perubahan kemarin.

“Dan sampai dengan akhir tahun nanti, anggarannya masih sangat cukup. Tetapi yang dikhawatirkan, musim ektrem ini mulainya Januari, Februari dan Maret, dan disiapkan untuk tiga bulan di Posko,” ujarnya.

Ewalde juga mengingatkan BPPD soal genangan air di sejumlah titik di Kota Kupang, pun jalan-jalan protokol, apalagi kondisi saat ini baru memasuki musim hujan. (NTT-YM)