PD Pasar Kerja Sama dengan Dinas Kebersihan Untuk Pastikan Pasar Tetap Bersih Selama Musim Hujan

Bagikan Artikel ini

Kupang, NTTOnlinenow.com – Perusahan Daerah (PD) Pasar bekerja sama dengan dinas kebersihan dan lingkungan hidup (DLHK) Kota Kupang, untuk memastikan kebersihan pasar terjaga. Upaya kerja sama itu diperkuat dimusim penghujan ini untuk mencegah penyebaran Deman Berdarah Dengue, atau DBD.

Direktur PD Pasar, Ardi Kalilena kepada wartawan, Selasa (8/12/2020) mengatakan, pihaknya telah menandatangani kesepakatan kerja sama itu, dengan demikian, Dinas DLHK mempunyai tangung jawab penuh terhadap kebersihan di pasar-pasar, baik Pasar Naikoten, Oeba, Oebobo dan pasar Penfui.

Ia mengaku, Petugas DLHK selalu siap di pasar dan melakukan pengangkutan sampah-sampah keluar, dengan armada yang dimiliki Dinas DLHK. Pengangkutannya dilakukan setiap hari.

Memasuki musim hujan, kata Ardy Kalilena, pihaknya telah meminta Dinas DLHK untuk rutin melakukan pengangkutan dari pada hari-hari biasanya. Hal ini untuk mencegah penumpukan sampah basah yang kemudian menimbulkan bau. Apalagi musim hujan menjadi fase berkembang biaknya jentik nyamuk.

Sementara terkait penanganan covid-19, kata Ardy Kalilena, pihaknya juga telah menghimbau baik pengunjung pasar maupun pedagang untuk tetap mengikuti protokol kesehatan. Pihaknya telah memasang tandon air, disetiap pintu masuk pasar, agar para pengunjung bisa mencuci tangan, sebelum dan sesudah berbelanja.



Terpisah, Kepala Dinas DLHK Kota Kupang Yery Padji Kana mengatakan, menjaga Kebersihan sudah menjadi tanggungjawab DLHK, sehingga selain kerja sama dengan PD. Pasar, pihaknya juga selalu rutin membersihkan semua pasar yang berada di Kota Kupang.

Yeri mengaku, penanganan sampah sejauh ini sudah dilakukan dengan menyediakan sejumlah tong sampah di pasar-pasar, namun belum terlalu maksimal. Sehingga pihaknya berencana menambah sejumlah tong sampah lagi untuk menampung sampah-sampah itu.

Yeri mengaku, yang menjadi fokus atau perhatian lebih pihaknya kedepan adalah menangani sampah-sampah basah, karena yang menyebabkan bau, terutama dari ikan, daging maupun sayur busuk yang kemudian dibuang begitu saja oleh para pedagang.

Untuk mengantisipasi hal itu, kata dia, pihaknya telah membentuk kelompok para pedagang di pasar. Kelompok itu, akan diberikan tong khusus untuk membuang sampah-sampah itu, agar mudah dalam pengangkutan.

Dengan upaya ini, Yerry Padji Kana yakin bisa mengatasi permasalahan sampah di pasar-pasar. Padji Kana juga mengharapkan kesadaran pedagang dan pembeli dan juga masyarakat akan kebersihan lingkungan. Kalau masyarakat sadar, tentu akan sangat membantu. (NTT-YM)