Warga Belu Dapat Bansos Pemprov Tambah Modal Usaha Kecil

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlonenow.com – Warga Kabupaten Belu wilayah Timor Barat perbatasan RI-RDTL mendapat bantuan sosial (Bansos) dari Pemerintah Provinsi NTT untuk mendukung usaha warga kecil.

Bansos berupa uang dengan jumlah nominal yang bervariasi telah diterima warga untuk tambahan modal usaha warga yang tengah dijalani saat ini.

Maria Goreti Ili Lesu (47) salah seorang warga Kelurahan Berdao, RT 02 mengaku telah mendapat bansos dari Pemerintah Provinsi senilai Rp10 juta untuk dimanfaatkan dalam usaha jual beli ayam broiler di pasar.

“Sebelumnya saya hanya bantu kakak saja jual ayam potong karena tidak ada modal. Tapi sekarang sudah ada modal usaha sendiri karena terima bansos dari Pemerintah Propinsi,” terang dia saat ditemui di kediamannya,” Minggu (6/12/2020) .

Jelas Goreti, setelah mendapat bansos dari Pemprov dirinya mulai menjalani usaha dagang ayam broiler di pasar. Keuntungan dari usaha jual ayam ini bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga termasuk membiayai sekolah anak.

Isteri dari Dominggus Soares ini harus menjual ayam potong demi memenuhi kebutuhan rumah tangga dan anak sekolah. Saat ini ada empat anak dalam bangku sekolah, satu orang kuliah, SMP, SD dan satu lagi PAUD.

“Terima kasih pak Gubernur NTT yang telah memperhatikan nasib masyarakat kecil lewat bantuan. Bantuan ini sangat membantu kami dalam usaha,” Goreti.

Ibu 4 anak itu mengungkapkan, ia mendapat dana bansos melalui usulan atau proposal kepada Pemprov NTT yang diajukan Agustus 2020. Awalnya ia ragu bahwa proposal mereka tidak direalisasi namun di awal Desember 2020 ia diinformasikan, uang bansos sudah diproses melalui rekening dan setelah dicek ternyata betul.

“Saya merasa sangat terbantu dengan dana bantuan ini untuk bisa menjalankan usaha sendiri sehingga bisa membantu suami yang berprofesi sebagai tukang,” tutup Goreti.



Terpisah, Rovita Bere (34) warga Kelurahan Umanen, Kabupaten Belu yang ditemui di kediamannya mengungkapkan rasa syukur setelah mendapatkan bantuan sosial (bansos) dari Pemerintah Provinsi NTT senilai Rp 5 juta.

Bantuan tersebut akui Rovita dipergunakan untuk mengembangkan usaha kios yang sudah digeluti sejak lima tahun lalu di belakang Kantor Bupati Belu, sekitar satu kilometer dari tempat tinggalnya.

“Saya buka kios belakang kantor Bupati situ. Kios kecil saja. Kalau rejeki tiap hari bisa dapat 600 ribu,” kata Istri dari Ewik Ully.

Dikatakan, dengan modal seadanya, ia nekat buka kios di dekat Kantor Bupati karena konsumennya selain masyarakat sekitar juga pegawai. Ia membuka kios saat jam kantor, setelah itu tutup dan ia kembali ke rumah mengurus anak-anak. Suaminya adalah pekerja serabutan.

Dijelaskan, saat Covid-19 melanda pendapatan usahanya mulai menurun karena daya beli masyarakar menurun. Pegawai di kantor-kantor juga ada yang libur saat awal-awal kasus Covid-19 merebak.

Dalam kondisi demikian, ibu empat anak ini tetap semangat untuk mengelola usahanya agar tidak bangkrut. Dalam kondisi kekurangan modal akibat usaha kurang laris, Rovita mencari jalan agar usahanya survive. Berbekal jaringan yang ada, Rovita mengajukan proposal bantuan dana usaha ke Pemerintah Provinsi NTT Agustus 2020.

Lanjut Rovita, proposalnya diterima dan direalisasi meski jumlahnya tidak sesuai dengan yang diusulkan. Ia mengajukan Rp 18 juta tapi realisasi Rp 5 juta dan telah ditransfer melalui bank BRI sekitar minggu pertama Desember 2020.

“Uang senilai Rp 5 juta sudah bisa menambah modal usaha saya. Puji Tuhan doa dan harapan saya terkabul. Saya dapat bansos dari Pemerintah Provinsi Rp 5 juta. Bagi saya ini lumayan untuk bantu usaha saya. Terima kasih kepada bapak Gubernir NTT yang sudah membantu saya,” ujar Rovita dengan raut wajah gembira.