Jelang Pilkada TTU, Bupati Raymundus Copot Plt.Kepala Inspektorat, 2 orang camat, 2 orang lurah, 1 kepala puskesmas dan 8 sekretaris desa

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Jelang satu bulan pencoblosan Pilkada, Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Raymundus Sau Fernandes, S.Pt, mencopot Plt. Kepala Inspektorat, 2 orang camat, 2 orang lurah, 1 kepala puskesmas dan 8 sekretaris desa.

Menanggapi pencopotan tersebut, DPRD TTU menilai mutasi dadakan itu lebih tepat disebut teror berbau politis. Sebab mutasi dilakukan jelang pencoblosan 9 Desember 2020 yang akan datang atau jelang 30 hari suksesi pemilihan kepala daerah.

“Tidak ada teror. Dan tidak ada pesanan politik. Ini murni demi perbaikan dan penyegaran dalam pelayanan administrasi kepemerintahan,” bantah Plt. Sekda Kabupaten TTU, Frans Tilis, kepada wartawan di Kefamenanu, Senin (2/11/2020) siang.

Ia menyebut para pejabat tersebut dicopot karena yang bersangkutan tidak mampu mengemban tugas dan jabatannya sesuai dengan persyaratan jabatan. Diantaranya tidak dapat bekerjasama dengan pimpinan, memberikan teladan tidak baik kepada staf, dan tidak melaksanakan tugas-tugas kedinasan dan dinas lainnya yang dipercayakan kepadanya.

Ditanya kenapa tidak mengikuti prosedur berjenjang sebelum mencopot para pejabat tersebut, diantaranya teguran lisan, teguran tertulis, pemeriksaan oleh pejabat inspektorat, tetapi langsung mencopot?

“Mutasi dan pencopotan itu haknya Bupati sebagai pembina kepegawaian. Ini sudah menyangkut teknis. Biarlah Pak Bupati sendiri yang menjelaskan,’ kilah Frans Tilis.



Menanggapi pencopotan itu, Sekretaris Fraksi Ampera DPRD TTU, Yohanes Salem menyebutkan mutasi itu terkesan sebuah teror berbau politis oleh pimpinan daerah di TTU.

“Saya menduga keras, itu sebuah teror politik demi memuluskan langkah pasion tertentu dalam perhelatan suksesi kepala daerah jelang 30 hari ke depan. Ini fakta yang sangat telanjang yang dipertontonkan kepada rakyat TTU oleh pimpinan daerah. Sebab mutasi itu tanpa prosedur. Dan ini sangat menyedihkan,” tandas Yohanes Salem.

Sementara itu, Senin (2/11/2020) siang, sejumlah camat dan lurah serta pejabat lainnya yang dicopot mendadak tanpa prosedur, meminta Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes untuk menunda sertijab sebelum menjelaskan alasan hukum disertai bukti-bukti kenapa mereka dicopot mendadak dan tidak prosedural.

“Jabatan itu sebuah kepercayaan. Jika memang dianggap kami tidak layak, kami serahkan kembali jabatan tersebut kepada bupati. Dan itu kami sadari. Namun sebelum dilakukan sertijab, kami minta bupati menjelaskan alasan hukum disertai bukti-bukti kenapa kami dicopot serta apakah sudah sesuai prosedur yang diatur dalam perundang-undangan yang berlaku?” tandas Camat Biboki Utara, Edmundus Aluman didukung Camat Mutis, Kristo Aby, sejumlah lurah dan sekretaris desa.

Keterangan foto : Sejumlah camat dan lurah protes dan minta sertijab ditunda untuk mendengarkan penjelasan dari Bupati TTU tentang alasan pencopotan jabatan mereka yang tidak prosedural.