Korba’u, Dusun di Sudut Kota Atambua Batas RI-RDTL Jauh Dari Perhatian Listrik, Air Bersih dan Jalan Raya

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Kampung Korba’u, salah satu dusun dalam Desa Leosama, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah perbatasan RI-RDTL jauh dari perhatian.

Pasalnya, 75 tahun Indonesia telah merdeka namun warga dusun Korba’u berbatasan dengan desa Kabuna, Haliwen tak jauh dari pusat kota Atambua itu hingga saat ini belum nikmati kemerdekaan seperti infrastruktur jalan, air bersih dan listrik.

Saat ini, untuk air bersih warga terpaksa harus membeli air bersih dari mobil tangki dengan kisaran harga mencapai Rp 200 ribu. Sementara penerengan listiknya warga gunakan genset bantuan dari Anggota DPRD Belu Bene Halle sejak tiga tahun lalu.

Hal itu dikemukakan warga dalam reses Anggota DPRD Belu Benedictus J. Halle bersama warga di dusun Korba’u, Desa Leosama, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Jumat (28/08/2020).

Dalam kegiatan reses itu, sebagian besar warga dusun Korba’u meminta perhatian pemerintah terkait dengan kebutuhan air bersih, perbaikan infrastruktur jalan dan listrik yang selama tidak ditanggapi serius oleh pemerintah.

“Kami mengeluh air bersih, jalan raya dan lampu. Yang paling utama air, kami setengah mati selama ini dengan air bersih,” ungkap Kepala Dusun Korba’u Oliva Belak saat tatap muka bersama anggota DPRD Belu.

Dikatakan, persoalan ari bersih, jalan dan lampu sangat penting bagi kami. Selama ini kami kesulitan dengan itu. Oleh karena itu, kalau bisa tolong bantu kami warga di Korba’u.

“Kami sudah minta sumur bor dan terjawab, tapi setelah itu petugas dari Dinas PU pak bilang tidak bisa sumur bor karena dana 1 miliar tidak cukup. Kami orang kecil ini tidak tahu apa-apa dan sampai saat ini bantuan sumur bor tidak terealisasi,” terang Belak.

Untuk penerangan listrik akui dia, warga dusun Korba’u sebanyak 29 KK selama ini terbantu dengan genset lengkap kabel dan lampu bantuan dari pak Beni Halle. “Kami minta perhatian dari pemerintah yakni air bersih yang jadi kebutuhan utama kami, selain itu listrik dan jalan raya,” ungkap dia.

Senada Rofinus Mau Bere menuturkan, dirinya sangat menyasal karena hingga kini dusun Korba’u merdeka. Warga belum merdeka dengan infrastruktur jalan raya, air bersih dan lampu.

“Dari tahun antoni sampai sakarias belum merdeka. Belum merdeka dalam hal air bersih, jalan raya dan listrik. Kami sangat rasa menyesal karena sudah 75 tahun Indonesia merdeka tapi kenapa kita Korba’u belum merdeka?,” tukas dia.



Dijelaskan, selama ini saat malam tiba warga mereka melihat ke Utara dan Selatan semuanya sudah terang benderang, tapi mengapa dusun Korba’u yang masih tetap gelap.

“Selama bertahun-tahun cahaya malam kami hanya bisa lihat bintang di langit. Kami lihat ke utara terang, selatan terang tapi kami di Korba’u gelap,” tandas Mau Bere.

Dirinya juga mempertanyakan mengapa di kampung lain listrik bisa masuk sementara kampung mereka di dusun Korba’u tidak pernah diperhatikan padahal dari segi ekonomi mereka mampu untuk membeli pulsa listrik.

“Kok kenapa hanya listrik Pemerintah berat. Padahal kami ada yang sudah daftar nama untuk meteran listrik tapi sampai sekarang tetap begini saja,” kata di.

Selama ini lanjut Mau Bere, dusun Korba’u bisa nikmati penerangan listrik lantaran terbantu dengan genset yang diberikan secara gratis oleh anggota DPRD Belu Bene Hale.

“Kita pakai genset sendiri dan tiap 2 hari setiap KK bergiliran membeli solar dengan harga 40-45 ribu rupiah. Itu saja kami mampu, kok kenapa hanya pulsa listrik 50 ribu kami tidak mampu?” ujar Rovinus.

Dirinya menjelaskan bahwa sebenarnya ekonomi mereka sangat menunjang namun karena akses jalan yang ada tidak mendukung untuk memasok hasil panen.

“Kami minta perhatian dari Pemerintah Pusat untuk hal-hal ini yaitu air, jalan dan listrik,” pinta Rovinus.

Menyikapi hal itu, Bene Halle Anggota DPRD Belu menegaskan, keluhan dan aspirasi warga dusun Korba’u yang selama ini kesulitan air bersih, listrik dan kendala jalan raya akan disampiakan ke dewan guna diperjuangkan di masa mendatang.

“Terimakasih kasih bapak dan mama semua yang sudah menyampaikan keluhan-keluhan dan aspirasi warga saya akan perhatikan dan perjuangkan,” tegas politisi Partai Golkar itu.