Perkenalkan Minuman Herbal, CD Bethesda Bagi Gratis ke Pos Pemantauan Covid-19

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – CD Bethesda Yakkum wilayah Belu turut partisipasi mendukung Pemerintah dalam pencegahan penyebaran wabah virus Corona atau Covid-19 di wilayah perbatasan RI-RDTL.

Tak saja fokus program pencegahan terpadu penularan HIV dan Aids, CD Bethesda Yakkum juga telah menyalurkan berbagai bantuan kepada warga yang terdampak Covid-19 juga dukungan fasilitas kesehatan bagi para petugas.

Selain itu, disalurkan juga minuman instan herbal Wedang Uwuh hasil produksi CD Bethesda Yakkum sebagai upaya mendukung para petugas pos pemantauan untuk stamina dan kebugaran.

Kordinator CD Bethesda Yakkum wilayah Belu, Yosefat Ician, Kamis (4/6/2020) mengatakan penyaluran minuman herbal dimaksudkan mendorong kita semua untuk memanfaatkan tanaman herbal di sekeliling kita untuk konsumsi rutin dan berkelanjutan.

Dikatakan bahwa, tanaman herbal sudah dikenal sejak dulu, perlu dimanfaatkan dan lestarikan dengan budidaya sebagai tanaman obat keluarga karena tidak hanya bernilai kesehatan tapi juga ekonomi bahkan kelestarian lingkungan.

“Andai kita menanam, misalnya jahe, temulawak, kencur dalam jumlah cukup, maka kita sedikit tertolong untuk meningkatkan kesehatan dalam situasi Covid-19. Secara ekonomi, kita bisa terbantu juga. Jahe di pasaran harga melambung tinggi saat ini. Coba cek di pasar. Awal April kemarin, harga jahe di atas Rp. 50.000/kg, ada yang mendekati atau tembus Rp 100.000,- /kg. Banyak orang cari. Banyak orang butuh,” kata dia.

Perkenalkan Minuman Herbal, CD Bethesda Bagi Gratis ke Pos Pemantauan Covid-19

Dituturkan bahwa, pandemi Covid-19 memberi pelajaran. Terkait itu diimbau agar kita (warga,red) mulai sekarang manfaatkan dan perbanyak dengan menanam tanaman herbal, yang mudah ditemui di sekitar kita untuk pencegahan bahkan untuk pengobatan penyakit tertentu.

“Kurangi ketergantungan ke obat-obatan kimia. Untuk stamina, kebugaran bahkan penyakit-penyakit metabolik dan generatif seperti asam urat, diabetes, rematik dan lain-lai, bisa optimalkan dengan tanaman alami saja, yang minim efek samping. Mudah didapat, murah, bisa dilakukan siapa saja, tidak butuh teknologi tinggi,” ujar Yosefat .

Dijelaskan, penyaluran minuman herbal di pos utama pemantauan Covid-19 di Motamaro, Desa Tasaain dan Desa Teun, Kecamatan Raimanuk dan rencana besok disalurkan ke Pos pemantauan Covid-19 di Ainiba, Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak bersama Aliansi Pemuda Belu untuk Kemanusiaan.

“Minuman instan herbal yang diberikan yakni, Wedang Uwuh (campuran daun cengkeh, serai wangi, daun polo, daun kayu manis, daun kepel, kapulogo) dan instan jahe, kencur, temulawak,” sebut dia.

Disampaikan, instan herbal ini diproduksi oleh Herbal CD Bethesda Yakkum. Semua kiriman dari Yogyakarta dan tiba di Atambua akhir Mei 2020 sehingga terlambat distribusi ke Posko Covid-19. Semoga ke depan bersama masyarakat produksi sendiri karena murah dan tidak butuh teknologi tinggi, bisa dilakukan siapa saja.

“Kita akan distribusi lagi, kalau posko covid-19 belum tutup dalam bulan ini. Selain 3 posko utama, kita akan salurkan juga untuk covid center/induk Kabupaten Belu,” pangkas Yosefat.