Jadikan Rusunawa Sebagai Tempat Karantina ODP, Bupati TTU dan Mahasiswa Nyaris Bentrok Fisik

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Nyaris terjadi bentrok fisik antara Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Raymundus Sau Fernandes, S.Pt dengan para mahasiswa dan beberapa warga di Desa Naiola, Kecamatan Bikomi Selatan, Rabu (1/4/2020) siang.

Hal ini dipicu oleh keputusan Pemkab TTU untuk menjadikan Komplek Rumah Susun Sewa (Rusunawa) di Kilometer 9 Desa Naiola, Kecamatan Bikomi Selatan sebagai tempat karantina bagi orang dalam pengawasan (ODP) Covid-19 atau Virus Corona.

Namun keputusan tanpa didahului sosialisasi itu mendapat protes keras dan penolakan dari warga dan mahasiswa yang berdomisili dekat Komplek Rusunawa. Apalagi berdekatan dengan Perumahan BTN dan koskosan yang padat penduduknya.

Warga dan mahasiswa beramai-ramai menghadang dan memblokirjalan yang dilalui rombongan Bupati TTU yang datang memantau pekerjaan menyiapkan gedung rusunawa berlantai tiga di kilometer 9, Desa Naiola.

Terjadi debat kusir yang diwarnai teriakan mencemoohkan kepada Bupati TTU dan rombongannya. Bahkan terdengar umpatan dan caci maki yang sangat kasar. Nyaris terjadi adu fisik ketika Bupati TTU terpancing emosi mengejar seorang mahasiswa. Namun aksi itu berhasil dilerai aparat TNI dan Polres TTU.

Dalam video debat kusir berdurasi 00: 29 detik itu, terdengar suara ancaman yang menyatakan akan menampar seseorang. Diduga suara bupati Rai, karena dalam kelanjutan video Bupati Rai dengan lantang mengatakan, “Tidak mengerti juga, nanti saya tampeleng (tampar) kau. Kamu dengar baik – baik, pemerintah menentukan tempat untuk menyelamatkan orang banyak, termasuk kamu juga. Kau tidur di rumah saja, kalau kau tapaleuk (jalan ke sana kemari) pasti kau kena juga”, teriak bupati Rai.

Pernyataan Rai langsung disambar teriakan seorang mahasiswa “Ancam kawan saya mau tampeleng karena menyampaikan pendapat…”. Mendengar teriakan itu, bupati Rai langsung mengejar si mahasiswa hingga nyaris terjadi adu jotos. Beruntung bupati Rai ditarik dan dilindungi aparat TNI dan Polri.

Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes, mengakui terjadi keributan ketika ia dan rombongan pejabat datang memantau pekerjaan menyiapkan gedung dan ruangan karantina bagi ODP, Rabu siang.

Ia mengaku kesal karena mahasiswa tidak paham apa itu ODP dan karantina ODP. Menurutnya itu tidak memiliki resiko jika warga sekitar tidak datang menjenguk ODP dan taat kepada protokol yang ditetapkan pemerintah, yaitu tetap tinggal di rumah saja.

“Pemkab TTU harus gerak cepat. Dalam waktu tiga hari Rusunawa ini sudah harus disiapkan sebagai tempat karantina ODP. Sebab daya tampung RSUD Kefamenanu sangat terbatas,” demikian alasan Bupati TTU, Raymuundus Sau Fernandes, S.Pt, ketika ditanya wartawan, Kamis (2/4/2020).

Ditanya kenapa harus dekat pemukiman yang padat, Bupati Ray menegaskan tidak masalah. Dan gedung rusunawa letaknya berjauhan dengan pemukiman sehingga tidak menimbulkan resiko apapun.

Sementara itu salah satu tokoh pemuda Magnus Kobesi, S.H, mengusulkan sebaiknya Pemkab TTU menggunakan gedung RSUD Kefamenanu yang dibangun baru di kilometer 5 jurusan Atambua. Agar gedung itu tidak rusak karena mubazir.

Namun usulan itu tidak direspons Pemkab TTU dengan alasan membutuhkan biaya besar untuk rehabilitasi sebab kondisi gedung mulai rusak dan membutuhkan waktu yang lama untuk perbaikan.

“Kami dikejar waktu harus secepatnya. Sebab jumlah ODP menunjukkan tren naik. Harus cepat disediakan tempat karantina. Gedung Rusunawa ini sedang kosong, jadi apa salahnya dimanfaatkan,” tandas Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes, S.Pt.