Usai 6 Warga Diamankan, Kades Babulu Selatan Pelaku Penganiayaan Novi Serahkan Diri ke Polisi

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Penyidik Polres Belu bergerak cepat mengungkap kasus penganiayaan terhadap Novidina Baru alias Novi (16) warga Beitahu, Desa Babulu Selatan, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka, Timor Barat wilayah perbatasan Kobalima.

Kepala Desa Babulu Selatan, Paulus Lau selaku eksekutor penganiayaan bersama enam orang warga lainnya yang diduga terlibat dalam kasus penganiayaan Novi berhasil diamankan pihak Polsek Kobalima pasca kejadian Rabu, (16/10/2019) pekan lalu.

Kapolres Belu, AKBP Christian Tobing yang dikonfirmasi media, Selasa (29/10/2019) membenarkan adanya laporan warga ke Polsek Kobalima pada tanggal 24 Oktober kemarin terkait kasus penganiayaan terhadap Novidina Baru usia 16 tahun gadis dibawah umur.

“Setelah mendapat laporan Polisi langsung bergerak cepat dan mengamankan para pelaku, dan sudah dimintai keterangan oleh penyidik Polres Belu,” kata dia.

Kasus penganiayaan Novi yang dituduh mencuri perhiasaan emas (cincin,red) oleh Kepala Desa serta enam warga lainnya dilaporkan Trison Koli warga Beitahu ke Polsek Kobalima hari Kamis tanggal 24 Oktober 2019 pukul 11.00 Wita.

Dilaporkan pada hari Rabu, tanggal 16 Oktober 2019 sekitar pukul 19.00 Wita, dan hari Kamis tanggal 17 Oktober 2019 sekitar pukul 06.00 Wita bertempat di Dusun Beitahu, desa Babulu Selatan, kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka, telah terjadi terjadi kasus penganiayaan terhadap anak.

Adapun para pelaku diduga turut dalam aksi penganiayaan yang berhasil diamankan Polisi antara lain, Margaretha Hoar, Hendrikus Kasa, Marselinus Ulu, Dominikus Berek, Benediktus Bau dan Eduardus Roman.

Sementara itu informasi lain yang berhasil dihimpum media, Kelapa Desa Babulu Selatan Paulus Lau telah menyerahkan diri ke pihak Kepolisian guna pengambilan keterangan terkait penganiayaan terhadap Novi gadis dibawah umur yang dituduh mencuri perhiasan cincin milik salah seorang warga.

Diberitakan sebelumnya, Noviana Baru (16), warga Desa Babulu Selatan, Kecamatan Kobalima kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur, dianiaya Kepala Desa Babulu Selatan, Paulus Lau hingga nyaris tewas.

Noviana dituduh warga desa setempat telah mencuri cincin emas mlik seorang warga di desa Beitahu.

Seperti yang terlihat pada foto yang viral di akun facebook Phutra Mountain, korban penganiayaan Noviana diikat kedua tangannya dan digantung. Pada postingan akun Facebook milik Phutra Mountain, nampak salah seorang pemuda bertubuh kekar dan tinggi menghujam pukulan ( meninju ) wajah korban yang mana korban masih berada dalam kondisi tak berdaya, yakni masih dalam posisi terikat dan digantung. Aksi tindakan main hakim sendiri oleh Kades dan sejumlah warga disaksikan keluarga korban dan warga desa setempat.

Tidak menerima baik tindakan semena – mena sang kades, keluarga korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kobalima.

Menurut informasi yang diperoleh dari komentar – komentar di akun Facebook, peristiwa memilukan tersebut terjadi pada Rabu malam (16/10/2019)dan berlangsung hingga pagi harinya. Dapat dibayangkan penderitaan yang dialami korban selama semalam.

Sebagian komentar para netizen juga mengutuk keras perbuatan main hakim sendiri oleh oknum Kades.

“Perbuatan tidak terpuji dan biadab. Seorang kepala desa harusnya bisa menggunakan akal sehat menyelesaikan masalah tersebut atau harusnya dilaporkan kepada pihak berwajib”, komentar beberapa pengguna facebook.

Sumber lain menjelaskan, korban dianiaya Kades Babulu Selatan Paulus Lau dan Margareta Hoar lantaran saat ditanya perihal dugaan pencurian itu korban tidak mengaku. Kekerasan fisik yang diberlakukan terhadap korban, tidak saja dipukuli, diikat dan digantung namun tersebar di media sosial korban di strom terlebih dahulu lantaran tidak bersuara saat dipaksa mengaku telah mencuri perhiasan milik warga desa Beitahu.

Postingan asli kasus ini dari akun Facebook Phutra Mountain telah dibagikan oleh banyak pengguna Facebook. Dengan tujuan agar menjadi perhatian serius aparat penegak hukum dan segera menindaklanjuti laporan korban dan keluarganya ke Polsek Kobalima, Malaka.

Kapolres Belu yang dikonfirmasi melalui AKP Sepuh Ade Irsyam Siregar, SH, SIK, MH, Minggu (27/10/2019) melalui telepon, membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurut AKP Sepuh, laporannya sudah diterima Sabtu (26/10/2019) oleh Polsek Kobalima. Dan dalam mengungkap kasus tersebut, Polres Belu akan terlibat aktif. “Sementara masih pengambilan keterangan secara intensif untuk membuat terang peristiwanya, kemarin dilaporkan ke Polsek Kobalima. Kita Polres Belu ikut bersama Polsek Kobalima untuk ungkap kejadian dan proses pelakunya”, jawab AKP Sepuh secara tegas.