Kadis Perindag Belu, Tiga Pasar Mingguan di Perbatasan menunggu Gelaran FWI

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Atambua, NTTOnlinenow.com – Festival Wonderful Indonesia [FWI] yang digelar mengikuti hari pasar, disambut baik Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan [Kadis Perindag] Kabupaten Belu, Florianus Nahak.

Menurut Nahak, geliat ekonomi di tiga Pintu Perbatasan RI – RDTL, yakni Motaain, Motamasin dan Wini akan tumbuh dengan baik jika kegiatan FWI tetap diselenggarakan bertepatan dengan hari pasar. Ia yakin, dengan demikian maka pasar – pasar di tiga PLBN itu akan hidup dengan kontinuitas yang sama dan seimbang.
Nahak juga menjelaskan tercatat 165 pedagang pasar perbatasan bakal ditemui di setiap berlangsungnya FWI di PLBN Motaain.

“Pasar – pasar di PLBN itu pasar mingguan, hanya ada sekali dalam seminggu, Sehingga 3 PLBN ini akan hidup dengan kontinuitas perdagangan yang sama dan seimbang jika FWI diselenggarakan bertepatan di hari pasarnya.
Di pasar perbatasan Motaain sendiri tercatat 165 pedagang, yang terdiri dari 147 pedagang tradisional dan 18 pedagang toko dan kuliner. Ketika FWI dikaitkan langsung dengan hari pasar, maka akan jauh lebih bagus aktifitas ekonominya”, jelasnya.

Tambahnya, pihak pemerintah Kabupaten Belu sangat berterimakasih kepada Kemenpar RI. “Kami sangat berterimakasih kepada Pemerintah Pusat dalam hal ini Kemenpar RI, yang mana sudah menjalin kerjasama yang baik selama beberapa kali even FWI diselenggarakan. Ini sudah bagus, kita tingkatkan lagi kerjasamanya untuk tahun mendatang, dengan berbagai event yang bermanfaat seperti ini. Kita harus akui bahwa event ini sangat bermanfaat jika dilihat dari tujuan utamanya”, demikian Nahak, ketika diwawancarai media ini saat mengikuti gelaran FWI di Motaain pada hari Selasa, 24/09.

Mengingat kehadiran Kemenpar RI, untuk membangun sinergitas, membangun hubungan baik dan membangun Indonesia dari pinggiran, perwakilan Kemenpar RI, Herbin Saragih merespon baik permintaan dan harapan Kadis Perindag Belu.

Suasana ramai di booth tenunan dikunjungi warga dua negara

“Kami setuju saja jika ada permintaan FWI dikaitkan dengan hari pasar. Intinya bahwa kemenpar RI hadir di sini untuk membangun sinergitas, membangun hubungan baik, membangun Indonesia dari pinggiran. Semua metode bisa dilakukan untuk mendatangkan wisatawan dari Timor Leste dan wisatawan lokal.

Jelasnya Kemenpar RI, akan terus mendorong Destinasi Crossborder sebagai market potensial di daerah perbatasan termasuk NTT yang berbatasan langsung dengan Timor Leste ”, Ungkap Saragih yang dikonfirmasi media ini Sabtu, 28/09.

Pantauan media ini, dalam kegiatan FWI di PLBN Motaain, dihadiri Kadis Pariwisata Belu, sejumlah staf PLBN Motaain, Kepala Bea Cukai Atambua bersama staf, sejumlah prajurit perbatasan RI RDTL, pemuda dan masyarakat sekitar perbatasan Motaain dan pengunjung booth FWI dari warga dua negara yang sementara melintas.

Diberitakan sebelumnya, Festival Wonderful Indonesia Crossborder Indonesia-Timor Leste merupakan event tahunan yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata RI di wilayah perbatasan RI-RDTL di tiga lokasi yakni, Motaain Kabupaten Belu, Motamasin Kabupaten Malaka dan Wini Kabupaten TTU, dengan tujuan untuk menggerakkan kunjungan wisatawan dari Timor Leste ke Indonesia, sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat di perbatasan.