Dandim Belu Pimpin Tanam Jagung di Kebun Percontohan Milik Kodim 1605 di Haekesak

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Kodim 1605/Belu melakukan penanaman jagung guna mendukung program pemerintah dalam meningkatkan ketahanan pangan nasional serta kesejahteraan warga di wilayah perbatasan RI-RDTL.

Penanaman jagung bersama mitra Kelompok Tani (Poktan) Rajawali dengan luas lahan demplot jagung Kodim 1605/Belu 0,5 hektare di Dusun Kotafoun B, Desa Tohe, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste.

Adapun jenis bibit jagung yang ditanam di kebun percontohan milik Kodim 1605/Belu yang luas keseluruhannya enam hektare itu jenis varietas Bezi (P21) dengan menggunakan pupuk cair Bio Trenti.

Disaksikan media, Selasa (6/8/2019) siang, penanaman jagung bersama dipimpin Dandim 1605/Belu, Letkol Inf Ari Dwi Nugroho didampingi Pasi Ter Kodim Belu, Kapten Inf. Nyoman Suastika, Danramil 08/Haekesak, Kapten Inf. Sri Widayat bersama Anggota Koramil dan Poktan Rajawali binaan Kodim Belu.

Dandim Belu, Letkol Inf. Ari Dwi Nugroho menuturkan, penanaman jagung yang dilakukan Kodim 1605/Belu adalah penanaman jagung dala rangka untuk demplot yang dilaksanakan oleh Bio Trend dari Talita Group ini seluas 0,5 hektare. “Ini adalah lomba yang dilaksanakan di Kodam IX/Udayana,” ujar dia.

Dikatakan, tiap-tiap Kodim kita menyiapkan satu perkebunan percontohan sehingga nantinya diharapkan untuk percontohan
tersebut dapat berguna untuk masyarakat sekitar. Sekira hasilnya itu bagus sehingga kedepannya bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Desa Tohe Kecamatan Raihat ini, yang merupakan wilayah Koramil 08/Haekesak.

“Penanaman ini kerjasama Kodim dengan mitra Koramil 08 yang tergabung dalam Poktan Rajawali untuk mitra Koramil ini sudah lama menjadi binaan Koramil 08 yaitu dalam kegiatan pertanian,” kata Nugroho usai penanaman jagung.

“Kemudian untuk menjaga keamanan di lingkungan kita senantiasa bekerja sama dengan mitra ini. Sehingga untuk mitra ini yang mengerjakan lahan di Kodim ini memiliki pendapatan untuk kesejahteraan mereka,” sambung dia.

Menurut Nugroho, untuk lahan yang ada di Raihat ini seluas enam hektare. Kondisi lahan sekarang ada tanaman cabe kemudian padi yang ditanam Poktan Rajawali. Nanti kedepannya apabila hasil jagung ini dari sisi ekonominya sekiranya lebih bagus, nanti akan ditanami jagung juga, mengingat untuk di wilayah Desa Tohe, kondisi irigasi yang bagus sehingga sepanjang tahun bisa ditanami.

“Untuk hasil panennya, ini merupakan kebun percontohan nanti kita akan berdayakan itu untuk masyarakat sehingga yang nanti digunakan oleh Kodim iu sebatas untuk biaya perawatannya,” terang dia.

Dirtambahkan, Kodim Belu juga punya tujuan bagaimana meningkatkan kesejahteraan masyarakat, bagaimana cara bercocok tanam yang baik lewat kegiatan penanaman hari ini, sehingga kedepannya untuk cara bercocok tani ini lebih modern.

“Sehingga harapannya akan semakin bagus mengingat untuk kondisi di Raihat ini tanahnya juga subur tidsk terpengaruh dengan kondisi cuaca yang musim kemarau,” ungkap Nugroho.