Belu Tuan Rumah Rapat Akbar Uskup Se-Nusra Bahas Migran Perantauan
Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Sesuai jadwal di bulan Juli 2019 Kabupaten Belu jadi tuan rumah pertemuan para Uskup Se-Nusa Tenggara untuk membahas persoalan migran perantau yang selama ini dialami para TKI/TKW.
Demikian Vikaris Jenderal (Vikjen) Keuskupan Atambua, Pater Vinsen Wun, SVD melalui Sekretaris Komsos Keuskupan Atambua, Romo Ino Bere, Pr saat dihubungi media, Rabu (3/7/2019).
Dituturkan, jadwal kegiatan pertemuan para Uskup Se-Nusra akan mulai pada tanggal 22 Juli dan berkahir 27 Juli mendatang.
Kegiatannya akan dilaksanakan di Hotel Matahari Atambua, Kabupaten Belu perbatasan RI-RDTL.
Menurut Romo Ino, Uskup Se-Nusa Tenggara yang akan menghadiri rapat akbar berjumlah delapan orang diantaranya Uuskup Denpasar, Atambua, Kupang, Ende, Maumere, Larantuka, Ruteng dan Wetabula, dan akan didampingi utusan dari masing-masing Keuskupan.
Selain itu juga, jelas dia hadir juga beberapa pakar dari LSM yang selama ini fokus menangani masalah migran seperti IOM Jakarta yang akan hadir untuk diskusikan masalah migran perantauan yang selama ini dialami umat dari delapan Keuskupan.
Diterangkan bahwa, rapat para Uskup Se-Nusa Tenggara yang berlangsung Kota Atambua Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah perbatasan RI-RDTL ini merupakan pertemuan tiga tahunan.
Dimana lanjut Romo Ino para Uskup akan membahas sekaligus mencari solusi atas masalah-masalah dihadapi umat khususnya yang bekerja sebagai TKI/TKW dari wilayah Keuskupan masing-masing.
Lagi dia menerangkan, fokus pertemuan nanti mendiskusikan masalah migran perantauan. Kebetulan selama ini masalah TKI/TKW lebih banyak dialami umat di wilayah para uskup se-Nusa tenggara.
“Karena itu KWI minta para Uskup se-Nusa Tenggara untuk fokus membahas masalah migran perantauan dalam pertemuan tahun ini,” ucap Romo Ino.

