PLN NTT Jaring Kritik dan Saran untuk Peningkatan Pelayanan

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Timur (NTT) bertekad untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di daerah itu.

“Kami melaksanakan agenda untuk mendapatkan feedback atau kritik dan saran terhadap layanan PLN kerena itu butuh banyak masukan untuk peningkatan pelayanan PLN ke depannya,” kata General Manager (GM) PLN UIW NTT, Ignatius Rendroyoko.

Hal ini disampaikan Rendroyoko dalam kegiatan Multi Stakeholder dan Collective Action Forum dan Buka Puasa Bersama Keluarga Besar PT PLN Wilayah NTT di Kupang, Senin (27/5/2019).

Pada kesempatan itu, Rendroyoko meminta dukungan para stakeholder untuk mendukung PLN dalam melaksanakan tata kelola bisnis yang baik, berintegritas sesuai dengan tatanan Good Corporate Governance (GCG).

“Dengan dimulainya dukungan dari kalangan pemerintah, pelanggan, pelaku usaha, mitra kerja, tokoh masyarakat, pihak keamanan, dan kalangan pendidikan serta media, maka kami harapkan pelayanan dapat kami tingkatkan dengan baik,” ujar Rendroyoko.

Rendroyoko menegaskan komitmen PLN dalam meningkatkan layanan listrik telah dibuktikan melalui penyediaan listrik yang saat ini sudah mengalami kelebihan daya (surplus).

Dia menyebutkan, saat ini kondisi daya mampu yang dimiliki mencapai sebesar 260 mega watt (MW) lebih dan beban puncak 185 MW. Hal ini berarti, masih ada cadangan daya lebih dari 70 MW yang siap digunakan untuk kebutuhan investasi di berbagai bidang.

“Mari kita sama-sama mengajak juga para investor untuk berinvestasi di NTT karena didukung dengan ketersediaan daya listrik yang cukup besar,” katanya.

Di sela-sela acara, juga dilaksanakan deklarasi 3 (tiga) resolusi upaya peningkatan PLN kepada masyarakat oleh GM PLN UIW NTT dan dilakukan penandatanganan dan deklarasi dukungan stakeholder – mitra kerja PLN.

Hadir dalam acara tersebut, berbagai stakeholder atau mitra kerja PLN UIW NTT, jajaran Forkompimda, unsur TNI – Polri, pelanggan, pelaku usaha, tokoh masyarakat, kalangan akademisi, dan anak perusahaan PLN.