BNN Tangkap Pria Bawa Sabu Disembunyikan Dalam Anus

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenwo.com – Seorang penumpang Maskapai Lion Air yang turun di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Jawa Tengah (Jateng) ditangkap petugas BNNP Jateng karena ketahuan menyembunyikan narkotika jenis sabu seberat 250 gram di dalam anusnya, Kamis (25/4/2019).

Kepala Biro Humas dan Protokol BNN RI, Sulistyo Pudjo Hartono menyampaikan, penumpang bernama Hadi Haryanto (52) warga Kelurahan Tanjung Uncang, Kecamatan Batu Aji, Kota Batam itu sebelumnya terbang dari Batam menuju Semarang.

“Pelaku merupakan seorang kurir yang menyelundupkan sabu di dalam dubur. Sabu terdiri dari lima bungkus, berat total 250 gram,” ungkap Pudjo, Sabtu (25/5/2019).

Pudjo menjelaskan, penangkapan terhadap pelaku berawal dari informasi yang diterima dari masyarakat terkait adanya pengiriman narkotika. Petugas lalu berkoordinasi dengan PT Angkasa Pura, pengelola bandara untuk mengawasi penumpang yang dimaksud.

Setelah tiba di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, pelaku Hadi Haryanto lalu ditangkap dan dibawa ke Kantor BNN Jawa Tengah untuk dilakukan pemeriksaan.

“Pada saat itu dilakukan pengeluaran bungkusan narkotika sebanyak 5 bungkus oleh tersangka di kamar mandi BNNP Jateng,” jelas Pudjo.

Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap tersangka dan dia mengaku masih ada narkotika sejumlah 650 gram di Batam yang disimpan oleh Dedy Nahumury alias Dedy Ambon yang beralamat di Perumahan Marina Garden, Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri).

Selanjutnya, BNNP Jateng dan BNNP Kepri melakukan koordinasi dan menangkap Dedy Ambon di rumahnya dan menyita 5 bungkus plastik bulat lonjong dan 2 bungkus plastik besar berisi narkotika jenis sabu seberat 650 gram.

“Narkotika tersebut rencananya akan dibawa ke Semarang dengan modus yang sama yaitu melalui anus atau dubur oleh tersangka Dedy Ambon. Adapun total barang bukti narkotika jenis sabu yang berhasil diamankan dari kedua TKP adalah 900 gram,” paparnya.

Dia menambahkan, para tersangka dijerat dengan Undang-undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Pasal 114, 112 dan 132 dengan ancaman hukuman mati.

“Selanjutnya dalam proses penyidikan para tersangka ditahan di Rutan BNNP Jateng,” tandas Pudjo.