Gubernur Dorong Bangun Industri Pakan Ternak di NTT
Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat mendorong agar dibangun perusahaan pakan ternak khususnya untuk ayam di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Gubernur Viktor sampaikan ini pada acara Malam Kenal Pamit Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Danlanud) El Tari Kupang, Selasa malam (21/5/2019).
Menurut Viktor, perusahaan pakan ternak perlu dibangun di NTT, mengingat inflasi yang sering terjadi di daerah itu pada setiap akhir tahun hanya seputar daging ayam (pedaging) dan telur ayam.
“Kemarin saya lapor kepada bapak Presiden bahwa daerah ini sangat dibanjiri oleh impor ayam pedaging dan telur ayam dari Surabaya. Kami ingin bangun pabrik pakan ternak agar kami bisa pelihara ayam pedaging dan petelur,” ungkapnya.
Viktor mengaku, dirinya juga melaporkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahwa negara tetangga Timor Leste, setiap tahunnya membeli ayam pedaging impor dari Brasil sebanyak 13 juta dolar yang harusnya bisa jadi pasar NTT.
“Beliau sangat antusias dan setuju untuk bikin pabrik makanan ternak khususnya anak ayam,” ujar Viktor.
Selain itu, Gubernur Viktor juga meminta kepada Presiden agar produksi Semen Kupang ditambah. Kapasitas produksi setahun saat ini hanya mencapai 250 ribu ton.
Sementara kebutuhan pasar di NTT untuk semen sendiri mencapai 1,6 juta ton pertahunnya. Di negara Timor Leste, kebutuhannya mencapai 600 ribu ton per tahunnya. Jadi total pasar keseluruhan sekitar 2,1 juta ton.
“Beliau tanya, kenapa dengan pabriknya, saya jawab satu saja masalahnya, yakni mismanagement. Menempatkan orang yang keliru datang urus semen di Kupang,” katanya.
Viktor menambahkan, Pulau Timor memiliki kandungan batu kapur (limestone) sebagai bahan baku pembuatan semen. Sehingga menjadi tidak wajar apabila mendatangkan semen dari luar.
“Satu pulau ini bahan baku semen. Kemanapun kita pergi, di situ ada kapur. Karena itu aneh sekali kalau kita datangkan semen dari luar. Malahan kita harusnya bisa ekspor semen ke Australia,” tandasnya.

