Gubernur NTT Menyapa Warga Diaspora NTT, Josef Nae Soi : Matahari Hanya Satu, Tidak Boleh Dua

Bagikan Artikel ini

Jakarta, NTTOnlinenow.com – Pasca Pemilihan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) masyarakat diaspora NTT se Jabodetabek melakukan rekonsiliasi sekaligus menyambut kehadiran Kepala Badan Penghubung Propinsi NTT yang baru. Berbagai warga diaspora dari berbagai sudut ibukota bahkan dari Jogjakarta dan Bandung turut memadati Anjungan NTT di Taman Mini Indonesia Indah (9/4/2019).

Gubernur NTT menyapa masyarakat diaspora NTT, demikianlah judul acara yang dikemas oleh Paguyuban Masyarakat Flobamora Jakarta. Hadir dari politis, aktivis hingga mantan atlit dan penggiat seni. Suasana kedaerahan sangat kental karena para peserta yang hadir menggunakan kain dan selendang bahkan ada yang berbusana adat NTT. Tak ketinggalan Wakil Gubernur (Wagub) Nusa Tenggara Timur (NTT), Josef Nae Soi dan ibu Merry yang menggunakan kain tenun dengan warna dominan hujau.
“Kalau kita berbicara tentang NTT, maka kita berbicara tentang kemiskinan. Berbicara NTT tidak terlepas dari stunting dan juga kurang gizi. Kepulangan Viktor Laskodat (Gubernur NTT) dan Josef ke NTT bukan merupakan suatu yang luar biasa, tetapi suatu panggilan sosial-kultural untuk pulang membangun,” ujar Josef dalam sanbutannya di hadapan diaspora NTT Jabodetabek.

Berbicara mengenai kemiskinan NTT nomor tiga di Indonesia. Nomor satu termiskin adalah Papua dan nomor dua, Papua Barat. “Namun, jangan berkecil hati karena NTT tidak miskin sumber daya alam, tidak miskin sumber daya manusia (SDM), tetapi yang kita miskin adalah aksesibilitas,” tutur Joseph yang pernah bermain di Persija dan Persami.

Politis Partai Golkar ini mengajak warga NTT yang memiliki aksesilibiltas di Jakarta dan di manapun untuk bekerja keras membangun NTT. Pemprov NTT akan menerima segala bentuk dukungan dalam membangun NTT, menuju NTT bangkit dan sejahtera.
Mikael Umbu Zasa,SE Ketua Panitia Penyelenggara tak menyangka kalau ide spontan yang digagas Paguyuban Masyrakat Flobamora mendapat apresiasi dari para senior. Hal ini terlihat dengan hadirnya staf khusus Presiden Komjen Pol (Pur) Gories Mere, Mantan Bupati Belu Bily Fernandez, Frans Meak Parera, Jan jangoen, Dirjen Bimas Katolik Eus Binsasi, Direktur Kelembagaan Kemetrian Dalam Negeri, hingga sejumlah tokoh NTT yang maju dalam kontestasi Pileg di Wilayah DKI Jakarta seperti tokoh Pemuda NTT M.Ardi Mbalembout (DPR RI Jakarta Timur), Paschalis Da Cunha (DPRD DKI), Adi Papandale (DPRD DKI) hingga Susana Sarumaha Calon DPD RI Dapil DKI Jakarta.

Kehadiran masyarakat dispora NTT sejabodetabek ini dimanfaatkan oleh Josef Nae Soi. Di NTT kami punya 2 Gubernur, saya biasa dipanggil Gubernur 2, “hal ini harus saya jelaskan secara gamblang, bahwa matahari hanya satu tidak boleh dua. Lembaga Gubernur hanya satu tidak boleh dua, tetapi dari matahari itu muncul sinar dan panas. Sinar itu adalah Josef Nae Soi dan panas itu adalah Viktor Bungtilu Laeskodat. Dua menjadi satu dan satu terdiri dari dua, jelas mantan aktivis PMKRI yang telah menetap di Jakarta sejak tahun 1972. kan pemerintah provinsi NTT.

Pergantian kepemimpinan di Badan Penghubung NTT dari Bertho Lalo kepada Viktor Manek telah dilaksnakan seminggu yang lalu. Keberadaan Bertho yang lebih dari 10 tahun di Kantor Perwakilan membuat banyak hal dan kenangan yang sulit digambarkan oleh sekelompok diaspora NTT.

Kehadiran Wakil Gubernur Josef Nae Soi dimanfaatkan oleh mantan pemain sepakbola NTT yang tergabung dalam NTT All Star. Frans Watu mantan pemain galatama di era 90 an dihadapan Wakil Gubernur, jika Gubernur Viktor Laeskodat ingin membentuk satu tim sepakbola yang professional, kita siap bantu.

“Saat ini ada salah satu mantan pemain NTT Yopi Riwoe menjadi coach Timnas PSSI Putri bersama Ruly Nere. Kehadiran klub sepakbola sekelas Liga 1 bagi NTT sangat bagus, banyak multi efek bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat, dan promosi Pariwisata NTT. Saya berharap teman-teman NTT All Star bisa dilibatkan dalam pembentukan Tim Pra PON NTT kelak,” tegas Kapten Suratin NTT tahun 86 didampingi Lourens Fernadez dan Roy Willa.

Bertho Lalo yang telah lebih dari 20 tahun lebih berkarier di Jakarta tak mampu menahan rasa haru.“Selama saya di Kantor Perwakilan NTT, baru kali ini pisah-sambut diselenggarakan oleh masyarakat Flobamora, meriah sangat luar biasa, saya tidak sangka dan kaget. Semoga kebersamaan ini terus kita jalin. Putra Ngada ini dikenal sangat dekat dengan masyarakat diaspora NTT baik dalam suka maupun suasana duka, beliau selalu hadir.

Kini peran Bertho Lalo telah diserahkan ke pundak mantan aktivis mahasiswa Viktor Manek. Dihadapan masyarakat diaspora NTT, Viktor menyampaikan beberapa program kerjanya antara lain, pembentukan wadah organisasi diaspora yang akan membawahi Ikatan Keluarga Besar (IKB) Kabupaten/Kota, hingga program pembenahan Kantor Penghubung yang kelak akan menjadi titik sentral pertemuan bisnis masyarakat dan pemerintah daerah.

Ardy M.Mbalembout tokoh muda NTT yang maju di Pileg dari daerah pemilihan Jakarta Timur, berharap regenerasi atau restrukturisasi dalam tubuh Badan Penghung ini bisa membantu percepatan program ViktoryJoss. Peran Kantor Penghubung ke depan harus lebih dinamis. Ardy berharap dengan mengoptimalkan peran Kantor Penghubung Pemda dapat menekan biaya perjalanan dinas dan bisa memaksimalkan kecepatan informasi dari pusat ke daerah.