Warga di Perbatasan Belu-Timor Leste Terserang DBD

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Wabah penyakit Demam Berdarah (DBD) mulai menyerang warga di Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste.

Bulan pertama tahun 2019 tercatat ada lima kasus penyakit Demam Berdarah (DBD). Kelima warga yang menderita Demam Berdarah telah dilarikan ke rumah sakit guna mendapat perawatan.

Demikian dibenarkan Kepala Dinas Kesehatan Belu, Theresia M Saik, Selasa (22/1/2019) melalui telepon seluler.

Menurut Saik, tercatat lima warga yakni anak-anak dan orang dewasa menderita penyakit Demam Berdarah telah mendapat perawatan medis di rumah sakit Atambua dan Marianum Halilulik.

Lima pasien DBD yang sempat menjalani perawatan medis intensif yakni, Clarita Angela Abuk, Hery kurniawan, Faustina Nipu, Emiliana Beker dan Arigayota Kala.

“Sudah lima kasus. Satunya dirawat di rumah sakit umum Atambua dan lainnya sudah sehat dan sudah kembali,” jelas dia.

Dikatakan, kelima warga penderita DBD itu berasal dari Desa Tukuneno, Naitimu Kecamatan Tasifeto Barat, Desa Renrua Kecamatan Raimanuk dan Kelurahan Fatukbot Kecamatan Atambua Selatan.

Lanjut Saik, setelah teridentifikasi munculnya kasus DBD di wilayah Belu, pihaknya sudah melakukan tindakan pencegahan. Salah satu tindakan yang dilakukan saat ini adalah melakukan fogging (pengasapan) di pemukiman warga yang rawan.

Selain itu, pihaknya juga telah menyampaikan pengumuman keliling di setiap Puskesmas dan memberikan surat kepada pihak gereja dan masjid untuk bisa disampaikan setelah selesai ibadah.

Kita berharap, mudah-mudahan tidak ada tambahan kasus DBD. Kita selalu ikuti dengan fogging, pemberian bubuk abate kepada warga di setiap Puskesmas.

“Kita juga minta tolong warga agar genangan air diperhatikan, air-air tergenang, seperti di kaleng dan lainnya jangan dibiarkan. Jadi masyarakat tolong bantu kita berpartisipasi dalam tiga mPlus,” pinta Saik.