PMII Kupang Rangkai Muspimcab dengan Kuliah Umum Bersama BI NTT

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) akan melaksanakan Musyawarah Pimpinan Cabang (Muspimcab) II pada, Minggu ( 20/1/2019).

Kegiatan ini dirangkai dengan kuliah umum (stadium general) bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTT yang berlangsung pada, Jumat (18/1/2019), bertempat di Asrama Haji Kota Kupang.

Ketua Umum PMII Cabang Kupang, Hasnu Ibrahim sampaikan ini kepada wartawan di Kupang, Jumat (18/1/2019).

Menurut Hasnu, selain kuliah umum, kegiatan ini juga dirangkai dengan Follow Up Pelatihan Kader Dasar (PKD) PMII Kupang dan juga akan diadakan talk show pada Sabtu (19/1/2019).

Untuk kegiatan kuliah umum mengambil tema “Peran Pemuda Dalam Mendorong Perekonomian Regional & Nasional di Era Revolusi 4.0”, menghadirkan pemateri dari BI NTT yang diwakili oleh Asisten Manajer Kantor Perwakilan BI NTT, Handrianus Asa.

“Kegiatan ini mempunyai tujuan internal, yaitu agar kader PMII Cabang Kupang betul-betul mampu mengerti, agar sekiranya edukasi ekonomi dapat dipahami, terutama terkait persoalan perekonomian di NTT,” ungkap Hasnu.

Selain itu, lanjut Hasnu, adapun tujuan eksternal yakni agar PMII Cabang Kupang mampu merangsang atau menularkan pemahaman ekonomi kepada masyarakat di wilayah Kota Kupang dan NTT pada umumnya tentang persoalan perekonomian agar mengatasinya secara bersama-sama.

“Potret Provinsi NTT secara keseluruhan selalu tersandang sebagai daerah tertinggal, termiskin dan terbelakang, sehingga supaya senafas dengan program pemerintah NTT yaitu NTT Bangkit dan Sejahtera, maka paradoksnya adalah bagaimana PMII Cabang Kupang sebagai generasi milenial turut hadir mencari solusi,” ujarnya.

Asisten Manajer Kantor Perwakilan BI NTT, Handrianus Asa dalam paparannya pada kuliah umum itu mengungkapkan, BI merupakan lembaga otoritas moneter yang independen. Bank Indonesia sebagai mitra yang strategis bagi penyeimbang otoritas fiskal.

“Untuk otoritas fiskal ada pada Pemerintah sedangkan otoritas moneter ada pada Bank Indonesia,” ungkap Handrianus Asa yang akrab disapa Andrey.

Pada kesempatan itu Andrey juga menyinggung terkait peran pemuda dalam perekonomian bangsa. Peran pemuda saat ini tidak lagi berperang melawan penjajah, namun tantangan untuk meneruskan pembangunan cukup berat, karena generasi ini akan berganti dan mengambil alih tugas dalam memimpin negara.

“Generasi sekarang dinyatakan dengan sebutan generasi milenial, generasi Y dan generasi Z ini lebih melek teknologi, tetapi yang perlu diingat adalah teknologi memiliki dampak positif tetapi juga negatif,” papar Andrey.

Peserta yang hadir dalam kuliah umum tersebut berasal dari mahasiswa jurusan ekonomi pada sejumlah universitas di Kota Kupang, yakni Universitas Muhamadiyah Kupang, Universitas Nusa Cendana (Undana) dan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Kupang.