ASN Kenakan Pakaian Adat Peringati HUT Kota Kefamenanu

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengikuti upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-94 Kota Kefamenanu, ibu kota Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) terlihat mengenakan pakaian adat sesuai etnis masing-masing.

Peringatan HUT ke-94 Kota Kefamenanu dilaksanakan di Lapangan Kantor Bupati TTU di Jalan Basuki Rahmad, Kefamenanu dengan inspektur upacara Bupati TTU Raymundus Sau Fernandez, Kamis, 22 September 2016.

Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandez mengatakan, penggunaan pakaian adat saat upacara peringatan HUT Kota Kefamenanu sudah rutin dilakukan sejak tahun 2011 lalu. ASN di lingkup Pemerintah Kabupaten TTU diwajibkan mengenakan perangkat ada lengkap.

Baca Juga : DPRD TTU Tak Hadiri Kegiatan HUT Kota Kefamenanu

“Ini merupakan tahun ke enam Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara memperingati hari ulang tahun Kota Kefamenanu dengan upacara bendera dan mengenakan pakaian adat,” kata Bupati Raymundus kepada wartawan di Kefamenanu, Kamis (22/9/2016).

Menurut Raymundus, penggunaan pakaian adat tersebut perlu dilakukan untuk mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi penerus bangsa agar tetap menghormati dan menghargai kekayaan keragaman ada dan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia.

“Karena kita melihat dari tahun ke tahun, semakin pudar rasa kecintaan terhadap adat budaya. Orang mulai pragmatis kemudian ingin menggunakan atribut yang simple. Sedangkan atribut adat ini aksesorisnya banyak sehingga orang tidak mau repot. Oleh karenanya, kita ingin mewariskannya supaya generasi penerus menghargai dan menghormati kekhasan daerah masing-masing,” katanya.

Raymundus menjelaskan, perkembangan suku atau etnis dengan hadirnya warga baru di Kota Kefamenanu dalam kurun waktu 10 tahun terakhir sangat pesat. Karena itu dalam rangkaian kegiatan HUT Kota Kefamenanu juga diadakan Karnaval Budaya dengan melibatkan semua etnis di Indonesia yang ada di Kabupaten TTU.

Baca Juga : Bank NTT Dukung Program Sari Tani Bantu Petani TTU

“Festival budaya ini menampilkan keanekaragaman adat serta budaya dari seluruh etnis maupun suku yang ada baik di NTT sendiri maupun Indonesia pada umumnya yang ada di daerah ini. Titik start dari rumah jabatan bupati dan finishnya di halaman kantor bupati,” jelasnya.

Dia menyampaikan, semua etnis yang ada di Kabupaten TTU merupakan bagian dari kekuatan pembangunan untuk kemajuan di daerah itu. Dengan demikian semua etnis turut serta dan dilibatkan dalam proses pembangunan di TTU.

Untuk menjaga hubungan yang harmonis di antara sesama etnis yang ada di TTU, lanjutnya, pemerintah dan masyarakat selalu membangun komunikasi dan koordinasi sehingga sejauh ini tidak pernah terjadi gesekan antaretnis di daerah itu.

“Tentu komunikasi sangat penting. Koordinasi juga terus dibangun dengan baik antara etnis lokal dengan etnis lainnya sehingga harmonisnya hubungan ini tetap terpelihara dengan baik,” tandas Raymundus.