Aksi Long March Pedagang Pasar Baru Protes Revitalisasi Pasar
Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Para pedagang yang berasal dari pasar baru Atambua, Kelurahan Beirafu, Kabupaten Belu, Timor Barat menggelar aksi damai turun jalan, Senin (12/11/2018) pukul 10.00 Wita.
Aksi unjuk rasa damai para pedagang di pasar tradisional Atambua perbatasan RI dan Timor Leste menolak pembangunan los pasar baru di kompleks pasar ikan yang dinilai pedagang kebijakan sepihak Pemerintah.
Kurang lebih seratus orang pedagang dengan menggunakan mobil, sepeda motor dan ada yang berjalan membawa beberapa spanduk melakukan long march dari pasar ikan menuju Rumah Jabatan Bupati Belu dan melakukan orasi kurang lebih 5 menit.
Selesai menyampaikan orasi para pedagang melanjutkan long march menuju ke Gedung DPRD Belu. Aksi damai para pedagang mendapat pengawalan ketat dari aparat Polres Belu dan Satpol PP Belu.
Sesuai pantauan NTTOnlinenow.com, dalam orasi yang disampaikan Robi mewakili para pedagang mengatakan, aksi unjuk rasa pedagang dengan turun ke jalan menuntut Pemerintah yang tidak pro ke masyarakat kecil.
“Aksi turun jalan ini sebagai bentuk protes kami kepada Pemerintah yang tidak berpihak ke masyarakat. Sebagai wakil rakyat kami minta ke DPR agar berpihak ke masyarakat,” tegas dia.
Dikatakan, keberpihakan Pemerintah ke masyarakat tidak jelas, maka itu kami melakukan aksi damai ini. Kami datang mengkritisi Pemerintah karena Pemerintah membangun suatu pembangunan tidak melalui mekanisme tapi dari atas ke bawah.
Lanjut dia, kami menuntut hak kami. Perda mengatur tata tertib pasar tidak pernah sosialisasi ke pedagang. Kami taat terhadap aturan tapi aturan yang ada tajam ke bawah tumpul ke atas.
“Minimal sosialisasikan ke kami tentang aturan yang ada sehingga kami bisa tahu. Kami kritik caranya yang salah makanya kami turun jalan lakukan aksi karena tidak ada keberpihakan ke kami karena kami juga membayar pajak,” kata Robi.
Senada Vicky Nahak dalam orasinya mengatakan, sistem birokrasi di Pemerintah Belu morat-marit. Aksi damai pedagang ini menolak pembangunan rehab pasar yang dilakukan di musim hujan.
“Jangan buat proyek seperti mimpi. Jangan berpikir warga di pasar baru mudah dimainkan. Tolong buatkan Perda yang benar,” ujar dia.
Karena itu diminta agar Pemerintah transparan dalam pembangunan renovasi pasar baru. Kami juga minta janji Pemerintah yang mana mengatakan air kotor di los pasar ikan bisa dibuat jadi air bersih.
“Meski aroma tak sedap di los pasar ikan, pedagang tetap jalankan aktivitas dan rutin membayar retribusinya,” ucap Nahak.
Sementara perwakilan pedagang Vicky Nahak bersama beberapa orang lain diterima DPRD Belu bersama Kadis perdagind Belu di ruang kerja Ketua DPRD guna dialog terkait aksi damai.
Hingga berita ini diturunkan pihak Dinas terkait belum dimintai klarifikasi terkait aksi damai para pedagang pasar baru Atambua.

