Pengembangan PLTSa Di Kota Kupang Masih Dalam Tahap Analisis

Bagikan Artikel ini

Laporan Nyongki Mauleti
Kupang, NTTOnlinenow.com – Rencana pengembangan teknologi inovatif Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Kota Kupang, masih dalam tahapan analisis volume sampah. Hal itu disebabkan produksi sampah masih dalan kapasitas kecil.

Hal ini dikatakan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Kupang, Obed Kadji kepada wartawan di Balai Kota Kupang, Rabu (29/08/2018).

Obed mengatakan, dalam penerapan teknologi PLTSa ini sampah yang dibutuhkan dalam jumlah yang banyak.

“Mereka minta jumlah sampah yang akan di pakai untuk PLTSa per hari 100 sampai 200 ton,” lanjutnya. Untuk itu, pihaknya masih melakukan analisis volume sampah yang dihasilkan.

“Pengembangan PLTSa ini tentunya kami juga harus mempunyai data yang akurat akan jumlah volume sampah yang dihasilkan, karena kami tidak memiliki jembatan timbang, sehingga kami masih mendata dan menganalisa volume sampah yang diproduksi karena sampah di Kota Kupang masih belum stabil.

“Jadi atau tidak penerapan PLTSa tersebut semuanya tergantung pak walikota dan data yang dimasukkan, sebab produksi sampah ini naik turun seperti daerah Oesapa besar, tapi ada wilayah lain yakni Strat A hingga Stadion Merdeka produksi sampahnya kecil,” katanya.

Oleh karena itu, tambahnya jadi atau tidak nantinya semua menunggu hasil konsultasi antara pihak yang ingin mengembangkan PLTSa tersebut bersama pak walikota, dan selanjutnya pak walikota memanggil dinas teknis.

“Jadi atau tidak keputusan ada di pak walikota.Karena penerapan PLTSa bersama pemerintah kota hanya berupa kesepakatan biasa, karena mereka nantinya akan lakukan tender bersama PLN sistim bagi hasil seperti apa yakni bagi hasil dari PLN atau dari mereka,” katanya.