HUT ke-57, Pramuka Kibarkan Merah Putih Raksasa di Perbatasan Belu

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Kwartir Gerakan Pramuka Ranting Kecamatan Lamaknen Selatan mengibarkan bendera Merah Putih di Piebulak, Desa Lo’oluna, Kabupaten Belu, Timor Barat perbatasan RI-Timor Leste, Selasa (14/8/2018) sore pukul 16.30 Wita.

Pengibaran bendera raksasa berukuran panjang 7 meter dan lebar 3 meter terpusat di puncak Hol Jab, Fohuk dalam rangka memperingati HUT Pramuka ke-57 yang dirayakan setiap tanggal 14 Agustus.

Bertindak sebagai pengibar bendera Merah Putih pada upacara tersebut anggota Pramuka pelajar SMP Laksel bersama prajurit Satgas Yonif 743/PSY Pos Fohuk.

Kadis Pendidikan & Kebudayan Kabupaten Belu, Marsi Loe bertindak selaku Pembina Upacara peringatan HUT Pramuka ke-57, dan komandan upacara anggota Pramuka.

Turut hadir Camat Lamaknen Selatan beserta perangkat, Dirut TV Belu, Kapolsek Lamaknen, Danki Pos Fohuk Satgas Yonif 743/PSY beserta prajurit, Guru/Pembina Pramuka, Tim Nusantara Sehat serta anggota Pramuka dari pelajar SMP Piebulak, Nualaian dan satap Wekakeu.

Dalam arahan, Kadis Marsi mengatakan, upacara ini untuk memperingati HUT Pramuka ke-57 yang sebelumnya didahului dengan perkemahan pramuka dimana untuk kumpulkan adik-adik memperingati hari pramuka tahun ini.

“Memang akhir-akhir ini pramuka agak sedikit lesuh. Tapi kita bersyukur di Lamaknen Selatan di usia ke 57 pramuka masih eksis
dari batas NKRI dan hari ini kibarkan merah putih dari tepian negeri,” ujar dia.

Dituturkan bahwa, ketika kita melakukan upacara di daerah pinggiran ini, kita mengerti makna dari simbol bendera merah putih tentang rasa nasionalisme, rasa patriotisme digugah karena kalian merupakan generasi penerus bangsa.

“Kalian yang punya masa depan. Sekiranya dari NKRI lahir pemimpin yang berbudi pekerti baik dan penuh tanggungjawab kepada Indonesia,” kata Loe.

Jelas mantan Camat Lamaknen itu, Pramuka merupakan wadah adik-adik menempah jiwa kepribadian. Pramuka dituntut untuk jujur berbudi luhur bertanggungjawab di dalam keluarga, masyarakat dan bangsa.

“Kita punya tanggungjawab menjaga, melestarikan alam yang ada. Menjaga nilai- nilai yang diturunkan para leluhur kita. Kiranya kita dari pinggiran bisa sumbangkan sesuatu bagi negara lewat giat sederhana hari ini sekaligus memeriahkan HUT RI ke-73,” akhir Loe.