Pemkot Diminta Bangun Alun-Alun Kota

Bagikan Artikel ini

Laporan Nyongki Mauleti
Kupang, NTTOnlinenow.com – Pemerintah Kota Kupang diminta segera membangun alun-alun di Jalan Timor Raya Kelurahan Kelapa Lima. Pasalnya, dari semua Ibukota Provinsi di Indonesia, hanya Kota Kupang yang tidak memiliki alun-alun Kota.

Demikian dikatakan Ketua Fraksi Nasdem DPRD kota Kupang Nikky Uly kepada wartawan di Gedung DPRD Kota Kupang, Selasa (31/7/2018).

Nikky mengatakan fungsi alun–alun menjadi tempat berkumpul dan berinteraksi bagi para warga kota. Alun–alun menjadi publik space untuk tempat berinterkasi, hiburan, bermain, berdagang, kegiatan pemerintahan, konser. Hal itu karena alun–alun yang berada di pusat kota sehingga menjadikan alun–alun mudah dijangkau oleh masyarakat.

Untuk itu, pemerintah harus segera membangun alun-alun bagi masyarakat Kota Kupang untuk dapat melakukan interaksi baik itu dalam kelompok kecil maupun kelompok yang besar.

“Untuk tahun 2018 sudah dianggarkan anggaran sebesar Rp.2 miliar untuk pembangunan taman Kota di eks lokasi restoran Teluk Kupang dan alun-alun di lokasi yang cuma bersebelahan jalan. Tapi saya sempat membaca di media bahwa dinas PUPR kota Kupang lebih mengutamakan pembangunan taman Kota di lokasi eks restoran Teluk Kupang karena terkait kecilnya anggaran,” kata Nikky.

Terkait rencama dinas PUPR untuk fokus membangun taman kota, Nikky mengaku kurang setuju. Seharusnya, kata Nikky, pemerintah fokus membangun alun-alun Kota, sebab keberadaan alun-alun selalu menjadi simbol dari sebuah ibukota provinsi, termasuk Kota kupang.

Sebelumnya, Sekertaris Dinas PUPR Kota Kupang, Devi Loak mengatakan, Pekerjaan taman kota di jalan Timor Raya, Kelurahan Kelapa Lima Kota Kupang akan dirubah rencana pekerjaanya. Semula anggaran sebesar Rp.2 miliar akan digunakan untuk membangun taman di Lokasi eks Restoran Teluk Kupang, dan di lahan kosong milik pemkot di depan Hotel Citra yang akan dijadikan alun-alun kota.

Dikatakan, anggaran yang disiapkan untuk membangun taman dikedua lokasi tersebut. Hanya saja dengan anggaran yang cuma sebesar dua miliar, pembangunan taman tidak akan maksimal sebab anggaranya sangat minim.

“Takutnya, dengan anggaran yang minim pembangunan tidak maksimal dan mubasir. Kami ingin pembangunan lebih maksimal dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,”kata Devi.

Untuk itu, kata Loak, pihaknya berencana agar pembangunan lebih difokuskan pada lokasi eks Restoran Teluk Kupang, dengan dana sebesar itu.

“Awalnya, alokasi anggaran untuk membuat taman dikedua lokasi itu. Tapi setelah kami lakukan kajian, alangkah baiknya kalau dana sebesar itu, pembangunannya difokuskan pada lahan eks restoran teluk Kupang,” katanya.

Devi mengaku, terhadap rencana perubahan pembangunan tersebut, pihaknya akan mengajukanya pada sidang Perubahan APBD tahun 2018, dan sangat diharapkan DPRD Kupang dapat menyetujui rencana tersebut.

“Mudah-mudahan rencana tersebut disetujui DPRD Kota Kupang,” pungkasnya.