Kodim 1605/Belu Peringati Harkitnas ke-110 Tahun 2018

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua,NTTOnlinenow.com-Memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke-110 tahun 2018, jajaran Tentara Nasional Indonesia yang bertugas di wilayah Kabupaten Belu dan Malaka melaksanakan upacara bendera, Senin (21/5/2018).

Upacara peringatan Harkitnas yang dihelat Kodim 1605/Belu berlangsung di lapangan Hitam Kodim Belu, Timor Barat wilayah perbatasan Indonesia dan Timor Leste.

Kasdim Belu, Mayor Inf. Binsar Pasaribu bertindak sebagai Inspektur Upacara Harkitnas ke-110 tahun 2018 dengan tema
pembangunan sumber daya manusia memperkuat pondasi Kebangkitan Nasional Indonesia di era digital.

Kasdim Pasaribu dalam amanat Menteri Komunikasi Dan Informasi RI mengatakan, bersatu adalah kata kunci ketika kita ingin menggapai cita cita yang sangat mulia namun pada saat yang sama tantangan yang maha kuat menghadang di depan dan Budi Utomo memberi contoh bagaimana dengan berkumpul dan berorganisasi tanpa melihat asal-muasal akhirnya bisa mendorong tumbuhnya semangat nasionalisme yang menjadi bahan bakar utama kemerdekaan.

Dituturkan, seratus sepuluh tahun bangsa Indonesia telah tumbuh menjadi bangsa yang besar dan maju sejajar dengan bangsa-bangsa lain. Meski belum sepenuhnya sempurna, rakyatnya telah menikmati hasil perjuangan para pahlawannya berupa meningkatnya perekonomian, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya.

“Sekarang bangsa Indonesia punya hampir segala yang dibutuhkan. Seharusnya kita terinspirasi bahwa dengan kondisi embrio bangsa seabad lalu yang berada dalam rundungan kepapaan pun kita telah mampu menghasilkan energi yang dahsyat untuk membawa kepada kejayaan,” ujar dia.

Kekayaan alam jelas dia, merupakan sumber daya yang terbatas. Butuh segudang prasyarat untuk bisa dieksploitasi dan selalu ada limit untuk menggenjot pemanfaatannya. Sedangkan sumber daya manusia kita menyediakan kapasitas dan kapabilitas yang sangat luas untuk dikembangkan kebangkitan sumber daya manusia Indonesia secara bersama-sama dan kompak akan membawa kepada kejayaan bangsa.

“Tema dalam peringatan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2018 ini harus dimaknai dengan upaya-upaya penyadaran setiap masyarakat Indonesia untuk mengembangkan diri dan merebut setiap peluang untuk meningkatkan kapasitas diri yang dibuka oleh berbagai pihak baik oleh Pemerintah, badan usaha, maupun masyarakat sendiri,” ucap Pasaribu.

Dikatakan, perhitungan para ahli sekitar dua tahun lagi kita akan memasuki sebuah era keemasan dalam konsep kependudukan, yaitu bonus demografi. Bonus demografi menyuguhkan potensi keuntungan bagi bangsa karena proporsi penduduk usia produktif lebih tinggi dibanding penduduk usia non-produktif.

Menurut perkiraan Badan Pusat Statistik, rentang masa ini akan berpuncak nanti pada tahun 2028 sampai 2031 yang berarti tinggal 10-13 tahun lagi. Pada saat itu nanti, angka ketergantungan penduduk diperkirakan mencapai titik terendah yaitu 46,9 persen.

Oleh sebab itu mari bersama-sama kita jauhkan dunia digital dari anasir-anasir pemecah-belah dan konten-konten negatif, agar anak-anak kita bebas berkreasi, bersilaturahmi, berekspresi, dan mendapatkan manfaat darinya. Dulu kita bisa dengan keterbatasan akses pengetahuan dan informasi. dengan keterbatasan teknologi untuk berkomunikasi, berhimpun dan menyatukan pikiran untuk memperjuangkan kedaulatan bangsa.

“Seharusnya sekarang kita juga bisa, sepikul berdua, menjaga dunia yang serba digitai ini agar menjadi wadah yang kondusif bagi perkembangan budi pekerti yang seimbang dengan pengetahuan dan ketrampilan generasi penerus,” ungkap Pasaribu.

Akhir amanat, dia mengajak maknai peringatan tahun ini di lingkungan kita masing-masing, sesuai lingkup tugas kita masing-masing untuk semaksimal mungkin memfasilitasi peningkatan kapasitas sumber daya manusia, terutama generasi muda yang akan membawa kepada kejayaan bangsa di tahun-tahun mendatang.