Guru SD Belu Belum Terima Tunjangan Non Sertifikasi Dua Triwulan Tahun 2017

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Tunjangan non sertifikasi dua triwulan tahun 2017 lalu belum diterima para Guru Sekolah Dasar di Kabupaten Belu, Timor Barat perbatasan Indonesia dan Timor Leste.

Demikian informasi yang diperoleh NTTOnlinenow.com dari sumber terpercaya usai mengikuti upacara peringatan Hardiknas di lapangan umum Atambua, Rabu (2/5/2018).

Menurut sumber, tunjangan non sertifikasi bagi Guru SD dua triwulan yakni, triwulan tiga bulan Juli, September dan Agustus. Kemudian triwulan empat bulan Oktober, November dan Desember tahun 2017.

Tidak saja, tunjangan non sertifikasi triwulan pertama tahun 2018 dari bulan Januari, Februari dan Maret hingga kini belum terealisasi atau diterima para Guru.

Wakil Bupati Belu, J.T Ose Luan ketika dikonfirmasi media usai upacara Hardiknas mengatakan, kendala yang terjadi di persyaratan-persyaratan tertentu yang dilihat aturan itu harus dipenuhi dulu baru bisa dicairkan.

“Tunjangan sertifikasi sudah, non sertifikasi yang masih menjadi kendala. Sebenarnya bukan tidak mau bayar tapi ada persyaratan-persyaratan lain yang harus kita penuhi,” ujar dia.

Karena begini jelas Ose, apapun kita dibawa kalau petunjuk operasional teknis diatas kita tidak penuhi maka tidak mungkin akan cairkan. Karena setelah dimasukan ke APBD setelah memenuhi persyaratan.

“Sehingga berikut itu baru bisa dicairkan kalau sesuai persyaratan,” ujar dia.

Ose berharap, tunjangan tersebut bisa segera terealisasi. Akui dia, kadang atau sering kesulitan karena banyak guru di daerah terpencil. “Saya harapkan itu bisa diatasi dengan bagaimana pihak Dinas juga mengambil peran mengatasi kesulitan guru dengan melengkapi persyaratan itu,” kata dia.

Bersaman Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Belu, Marsi Loe menuturkan, dana tersebut sudah masuk ke kas, tapi untuk triwulan pertama bulan Januari, Fabruari dan Maret tahun 2018.

“Triwulan tiga dan empat tahun 2017 lalu itu dananya bulan Juli ini masuk kas, tapi persyaratan untuk mereka harus dipenuhi sehingga bisa terealisasi,” sebut Loe.