Festival BSL Dapat Apresiasi Dari Badan Ekonomi Kreatif Indonesia

Bagikan Artikel ini

Laporan Nyongki Mauleti
Kupang, NTTOnlinenow.com – Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf) memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang yang telah berhasil menyelenggarakan Festival makan Bose, Se,i, dan Sambal Lu’at (BSL), dalam rangka memeriahkan HUT Kota Kupang yang ke-22. Pasalnya, yang berkaitan dengan kegiatan kuliner sangat mendapat dukungan penuh dari Badan Ekonomi Kreatif Indonesia.

Hal ini dikatakan Direktur Hubungan Antar Lembaga Dalam Negeri (BKraf), Hassan Abud dalam memberikan sambutan pada acara festival BSL yang berlangsung di lokasi FCD di jalan El tari Kupang, Sabtu (21/4/2018).

Kegiatan Festival BSL di hadiri kurang lebih 30 ribu warga Kota Kupang tersebut. Hasan mengatakan, Badan Ekonomi Kreatif Indonesia memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kupang atas terselenggaranya kegiatan ini, Sehingga dirinya tidak dapat menyampaikan panjang lebar, tapi hanya memberikan salut kepada Pemerintah Kota atas terselenggaranya kegiatan yang sangat luar biasa dengan antusias masyarakat demikian besar.

“Festival BSL ini saya memberikan salut kepada Pemerintah Kota atas terselenggaranya kegiatan yang sangat luar biasa, dan antusias masyarakat demikian besar, sehingga di hari mendatang kita dapat menyelenggarakan kegiatan ini lagi ,” harapnya.

Karena, menurutnya yang perlu diketahui Badan Ekonomi Kreatif Indonesia sangat mendukung hususnya berkaitan dengan kuliner. Karenakuliner sangat memberikan kontribusi yang luar biasa bagi PAD, dan juga memiliki daya tarik bagi pariwisata.

“Badan Ekonomi Kreatif Indonesia telah melakukan MoU dengan Wali Kota, sehingga sesuai dengan apa yang telah menjadi usulan Wali Kota untuk Kota Kupang, sesuai harapan bisa tembus menjadi kota kreatif dan mendapat dukungan ditingkat nasional,” katanya.

Ia menambahkan, disamping kuliner Badan Ekonomi Kreatif Indonesia juga mendukung fashion seperti tenun ikat dari NTT khususnya, sehingga kelanjutan kerjasama yang sudah dibangun antara Badan Ekonomi Kreatif Indonesia dan Pemerintah Kota Kupang bisa lebih intens.

“Kami tentunya berharap dengan kerjasama yang sudah dibangun bisa lebih intens lagi,” katanya.

Perlu diketahui, festival makan Bose, Se’i dan Luat (BSL) berhasil mencatat rekor dunia, dengan peserta terbanyak.

Hal berdasarkan catatan dari Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LEPRID) yang bermarkas di Kota Semarang. Dimana jumlah peserta yang mengikuti Festival berdasarkan Kupon makan yang dibagikan berjumlah 18.650 orang.

“Ini menjadi rekor terbaru di dunia, untuk jumlah peserta festival makan panganan lokal di Dunia,” kata Ketua Umum LEPRID, Paulus Pangka usai memberikan penghargaan LEPRID yang diterima langsung Walikota Kupang, Jefri Riwu Kore.