Salib Di Perbatasan RI-RDTL

Bagikan Artikel ini

Laporan Frans Watu
Atambua, NTTOnlinenow.com – Di Jumat Agung kali ini, umat paroki Laktutus, Keuskupan Atambua memiliki cara tersendiri dalam memperingati misteri sengsara dan wafat Tuhan Yesus. Bukan tablo atau visualisasi, tetapi prosesi salib perbatasan.

Kurang lebih 1000 umat memikul dan mengarak sebuah salib besar dari Gereja baru menuju puncak bukit Laktutus dengan jarak kurang lebih 2 km. Salib tersebut terbuat dari kayu cemara berdiameter 17 cm dengan panjang 12.50 M selanjutnya didirikan di atas puncak bukit Laktutus yang berbatasan langsung dengan Negara Timor Leste. Dari atas bukit Laktutus, Salib ini akan terlihat jelas dari berbagai penjuru mata angin.

Pater Yohanes Kristo Tara, OFM, Pastor Paroki Laktutus mengatakan bahwa salib perbatasan dipersembahkan oleh Umat Katolik Laktutus untuk seluruh masyarakat perbatasan RI-RDTL, untuk para pejuang RI, bagi pemerintah dan semua pihak yang peduli dan terlibat dalam pembangunan masyarakat perbatasan.

Lebih dari itu, kata Pater Kristo, “Salib perbatasan ini mesti membawa transformasi spiritual dan sosial bagi semua orang yang bersentuhan dengan tapal batas kedua negara, baik Indonesia mampun Timor Leste. Memang spirit transformasi spiritual dimulai dari bukit kecil Laktutus. Tapi sama seperti transformasi Kalvari yang segera menyebar ke seluruh dunia, demikian halnya dengan transformasi spiritual Laktutus. Salib Perbatasan Laktutus memberi pesan kuat pada pertobatan sosial yang berdampak pada transformasi sosial di tapal batas.”

Selain itu, diharapkan juga salib perbatasan ini dapat menjadi sarana bagi umat untuk semakin memperkokoh kekuatan spiritual. Setiap orang yang mengunjugi salib ini dapat membawa kegembiraan dan sukacita iman dalam penjarahan hidupnya.

Salib perbatasan Laktutus hendak merangkul semua orang dan seluruh alam semesta dalam transformasi absolut, yakin kebangkitan universal dalam diri Tuhan kita Yesus Kristus.

“Selamat memperingati sengsara dan kematian Tuhan Yesus” demikian pesan P. Yohanes Kristo Tara, OFM, Pastor Paroki Hati Kudus Yesus Laktutus.