Masa Kerja Habis, Pengerjaan Jembatan Haliwen Belum Selesai
Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Proyek pembangunan jembatan perbatasan Waeutu di sungai Talau Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah perbatasan Indonesia dan Timor Leste belum selesai dikerjakan.
Pantauan NTTOnlinenow.com, Jumat (16/03/2018) pengerjaan jembatan yang menghubungkan Haliwen dengan Desa Sadi dan Sarabau Kecamatan Tastim itu belum selesai pembangunan, sementara sedang berlangsung pengerjaan.
Pengerjaan jembatan itu terhitung tanggal 02 Maret 2017 lalu dengan masa pengerjaan 300 hari. Perkiraan pertengahan atau akhir Januari 2018, proyek tersebut harusnya sudah selesai pembangunan.
Untuk diketahui, pengerjaan proyek jembatan dilaksanakan oleh PT Tarawesi Arta Megah dan PT. WIN Alam Abadi. Pembanguna jembatan Waeutu menggunakan APBN senilai Rp. 37.075.944.000.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pembangunan jembatan Haliwen, Fachrudin saat dikonfirmasi media via whatsapp, Jumat malam menuturkan pembangunan jembatan Haliwen akan selesai pengerjaan pada akhir bulan Maret mendatang. Saat ini progres pembangunan jembatan mencapai 90 persen.
Dijelaskan bahwa, kendala keterlambatan pengerjaan jembatan selama ini dikarenakan banjir pertama di sungai talau pada pertengah Nopember lalu. Sehingga alat launcher tersapu oleh arus banjir.
Kemudian lanjut dia, pada saat akan laksanakan pemasangan balok bentang terakhir di bulan Januari tersapu banjir yang kedua di tanggal 28 Januari kemarin. Sehingga kami rubah metode pelaksanaan yang awal menjadi launcher truss.
Fachrudin membenarkan, masa kontrak pengerjaan jembatan Haliwen telah selesai dan sekarang dalam masa adendum atau lebih dikenal dengan masa denda. “Masa kontraknya sudah habis, sekarang lagi jalani masa denda dan untuk selesaikan pekerjaan jembatan hanya 90 hari kerja,” terang dia.
Dikatakan, meski terkendala dengan kondisi alam saat ini hujan dan banjir, pihaknya fokus untuk menyelesaikan pengerjaan pembangunan jembatan Haliwen.
Diharapkan dengan sisa waktu denda masa kerja cuaca bisa bersahabat sehingga, pembangunan jembatan bisa berjalan maksimal dan selesai sebelum masa kerja.
“Pelaksana sedang berusaha sebaik mungkin untuk selesaikan pekerjaan, sehingga bisa jembatannya digunakan warga di perbatasan,” ujar Fachrudin.

