Hindari Kasus Penyelewengan Dana BOS, Kepala Sekolah SDK Oelolok Menghilang Selama Dua bulan

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Kepala Sekolah Dasar Katolik (SDK) Oelolok, kecamatan Insana, Gerardus Silab menghilang dari sekolah sudah hampir dua bulan lebih. Tak ada yang mengetahui secara pasti keberadaan sang Kepsek sejak memasuki minggu kedua di bulan Januari 2018. Sang Kepsek pun diadukan Ketua Komite bersama sejumlah orang tua siswa ke Dinas PPO Kabupaten TTU.

Kepala Bidang Tenaga Kependidikan, Yosef Mokos saat dikonfirmasi pertelpon Kamis (01/03/2018) tidak menyangka selama kurang lebih dua bulan Silab tidak menjalankan tugasnya. “Begitukah, padahal saya sudah tegaskan kepada yang bersangkutan untuk tetap menjalankan kewajibannya di sekolah”, jawab Kabid Yosef Mokos.

Mokos mengakui setelah menerima pengaduan Ketua Komite dan para orang tua murid pada Selasa (23/01/2018) lalu, Dinas langsung mengeluarkan surat panggilan kepada Silab. “Setelah mendapat pengaduan, kami langsung memanggil dia (Silab) untuk mengklarifikasi pengaduan yang masuk. Dia telah memenuhi panggilan kami dan telah membuat klarifikasi secara tertulis. Saat itu kami tegaskan kewajibannya untuk tetap menjalankan tugas sebagai Kepala Sekolah sambil menunggu kami berkoordinasi dengan Cabang Dinas membantu di tingkat kecamatan agar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dan kegiatan lain tetap berjalan di sekolah. Saya baru tahu kalau sudah dua bulan dia tidak menjalankan kewajibannya”, ungkap Mokos.

Disampaikan Kabid Yosef Mokos dalam klarifikasi tertulis, Silab membenarkan 11 dari 12 point pengaduan yang masuk. “Terkait dugaan penyelewengan Dana BOS, Silab membenarkan namun jawabannya masih sangat terbungkus, sangat tidak jelas. Apakah membenarkan dirinya secara pribadi telah menyalahgunakan Dana BOS untuk kepentingan pribadi atau mengiyakan adanya masalah keuangan dimaksud, namun dirinya bersedia diaudit jika ada lembaga resmi turun”, jelas Mokos meniru pernyatan Silab.

Meskipun sudah ada pernyataan resmi Silab bahwa dirinya bersedia diaudit, namun pasca pengaduan dirinya ke Dinas PPO Kabupaten, Silab justru menghilang hingga awal Maret 2018 ini. Ketika dikonfirmasi media ini melalui telpon selulernya, Silab enggan merespon dan sering membohongi wartawan. Tak jarang ia menyuruh putrinya untuk mengaku bahwa nomor itu dipakai putrinya di Kupang. Silab juga sering menonaktifkan HP setelah menerima pesan singkat wartawan.

Siswa SDK Oelolok Tidak Tahu mereka Sebenarnya Kelas Berapa

Puluhan orang tua siswa yang ditemui di Sekolah, menyampaikan mereka dan anak – anaknya sangat bingung karena raport belum diterima sejak tahun lalu. “Bayangkan, anak – anak kami belum menerima buku Raport hingga sekarang, Mereka ada yang duduk di bangku kelas II, III, IV, V dan VI tapi tidak tahu sebenarnya mereka naik kelas atau tidak. Kami orang tua murid tidak pernah diundang untuk menerima buku Raport. Surat pemberitahuan sementara hasil perolehan nilai ujian anak juga tidak pernah kami terima. Anak-anak bingung mereka sebenarnya kelas berapa, naik kelas atau tidak, mereka asal ikut KBM saja, Guru – guru terima gaji buta selama ini”, ungkap salah satu orang tua murid yang enggan disebutkan namanya.

Berita sebelumnya, Ketua Komite dan orang tua siswa mendatangi Dinas PPO Kabupaten TTU dan mengajukan permohonan kepada Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (PPO) kabupaten TTU, Emanuel Anunut untuk memberhentikan Gerardus Silab dari jabatannya sebagai Kepala Sekolah, lantaran kinerja yang buruk dan sangat menyimpang dari proses pembelajaran di sekolah.
Pantauan media ini, Selama dua bulan lebih proses KBM berjalan tanpa kehadiran kepala sekolah. Pihak Dinas Kabupaten belum pernah turun ke Sekolah untuk menyelesaikan masalah ini sehingga Ketua Komite dan orang tua murid harus bolak – balik mendatangi Dinas Kabupaten untuk menyampaikan pengeluhan yang sama. Sementara dua orang staf dari Dinas Cabang yang diutus mendatangi SDK Oelolok juga tidak mendapati Kepala Sekolah di ruang kerjanya.