Resmikan RKB, Bupati Lay Minta Pelaku UKM Kembangkan Produk Lokal
Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Bupati Belu, Willybrodus Lay meresmikan Rumah Kreatif BUMN (RKB) yang terletak di Halifehan, Kelurahan Tenu Kiik, Kecamatan Kota, Kabupaten Belu, Kamis (1/2/2018).
Peresmian RKB Bank Negara Indonesia (BNI) pertama di wilayah Timor Barat perbatasan Indonesia dan Timor Leste itu ditandai dengan pengguntingan pita oleh Bupati Willy Lay bersama Kepala BNI Kantor wilayah Denpasar Victor Saragih.
Bupati Lay dalam sambutan sebelumnya menyampaikan terimakasih kepada BNI yang telah berinovasi membuka Rumah Kreatif di wilayah Belu, untuk mendukung perekonomian masyarakat perbatasan Belu.
Diharapkan, Rumah Kreatif BUMN selalu berkolaborasi dalam membentuk digital economy ecosystem melalui e-commerce, sehingga memberikan dampak positif yang sinergi pelaku usaha kreatif maupun BNI. Kehadiran RKB berperan penting sebagai pusat informasi dan mampu memberikan solusi yang dihadapi pelaku UMKM.
“Di era perkembangan zaman yang serba digital, RKB dapat menjadi ruang untuk memberikan solusi dan mewujudkan peningkatan usaha pemasaran secara pesat. Kegiatan ini tidak terlepas dari seluruh komponen masyarakat,” ujar dia.
Jelas dia, kegiatan ini merupakan momentum untuk instropeksi bersama antara pemerintah maupun masyarakat sekaligus menetapkan resolusi atau ketetapan hati berupa kebulatan tekad untuk mengambii sikap, guna meningkatkan kesejahteraan, kemajuan dan kemakmuran wilayah.
“Saya mendukung kehadiran RKB, dan ini bukti kepedulian dari BUMN untuk senantiasa bersama mengingat, mensyukuri nikmat dan mengisi pembangunan dengan kegiatan yang mendidik, serta menumbuhkan semangat wira usaha,” ucap Lay.
Lanjut dia, sehingga harapannya bisa dipertahankan serta kedepan mampu ditingkatkan lagi, karena sejalan dengan program Pemerintah yang sedang berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan dibukanya Rumah Kreatif BUMN Belu, para pelaku UMKM bisa mendaftar dan merasakan fasilitas seperti ruang analisis data, ruang digitalisasi, ruang belajar, ruang konsultasi dan mendapatkan keuntungan memasarkan produk di situs blanja.com.
Mudah-mudahan RKB bukan hanya sebagai upaya mempromosikan UMKM, tetapi juga mampu menjadi pusat data dan informasi bari para pelaku UMKM dan tujuan dibangunnya Rumah Kreatif BUMN ini adalah agar UMKM bisa mendapatkan info tentang apa saja kegiatan pengembangan usahanya.
“UMKM diharapkan bisa membangun kapabilitas dan kapasitasnya, yakni kemampuan UMKM untuk bisa mengembangkan diri dari sisi desain, teknologi, promosi pengembangan produk dan pemasaran,” pinta dia.
“BNI bukan hanya berperan dalam pempangunan dan renovasi RKB, tetapi sekaligus menyediakan akses finansial berupa Kredit Usaha Rakyat yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku UMKM,” tambah Lay.
Kesempatan itu diminta para pelaku UMKM untuk tingkatkan dan kembangkan kreatif dan inovasi melalui produk tenun daerah Belu dengan berbagai corak, kalau tidak maka akan hilang. Selain itu harus ada tenun spesial di Kabupaten Belu yakni pewarna alam yang gunakan bahan alami.
“Saya ajak untuk membangun bersama, sehingga kita bisa menuntun kreatif dan minta dukungan semua. Kita harus buktikan ke dunia bahwa kita punya kekayaan yaitu hasil kerajinan daerah,” tegas dia.
Turut hadir dalam peresmian itu,
Sondang Marta Samosir, Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan OJK, Kepala BNI Cabang Atambua, Pimpinan Forkopimda/OPD Belu serta para pelaku UMKM Belu.

