BKH dan Esthon Tidak Hadiri Dialog Interaktif Penjaringan Calon Gubernur

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Dua dari lima orang bakal calon gubernur (Bacagub) yang mendaftarkan diri di Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) NTT, yakni Beny Kabur Harman (BKH) dan Esthon Foenay tidak hadir pada acara Dialog Interaktif yang diselenggarakan oleh DPP PKPI NTT bekerjasama dengan Radio Republik Indonesia (RRI) Kupang, Sabtu (30/9/2017) malam.

Sementara tiga bakal calon gubernur NTT untuk periode 2018-2023 yang menghadiri acara dialog yang digelar di pelataran kantor Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI Kupang dan disiarkan langsung melalui Pro 1 (Satu) 94,4 FM tersebut yakni Benny Litelnoni, Ibrahim Agustinus Medah dan Kristo Blasin.

Panelis yang dihadirkan pada kegiatan itu terdiri dari lima orang masing- masing Anike Yovita Mitak, Liby Sinlaeloe, Zet Malelak, Frits Fanggidae dan Welem Djami. Dialog publik yang dipandu oleh Aser Rihi Tugu itu mengambil tema “Bersama Rakyat Mencari Pemimpin Terbaik”.

Ketika membuka acar dialog tersebut, Aser Rihi Tugu menyampaikan permohonan maaf dari kedua bakal calon gubernur yakni Beny K. Harman dan Esthon L. Foenay yang berhalangan karena sedang mengikuti kegiatan lain, sehingga tidak bisa menghadiri kegiatan dimaksud.

“Kami menginformasikan permohonan maaf dari dua bakal calon lainnya yang tidak bisa hadir, Beny Kabur Harman memohon maaf karena sedang mengikuti kegiatan yang juga tidak kalah pentingnya, beliau saat ini sedang mengikuti seleksi calon anggota Komnas HAM, begitu juga Esthon Foenay mohon maaf karena ada kesibukan yang lain,” ungkapnya.

Ketua DPP PKPI NTT, Yan Richard Mboeik dalam sambutannya mengatakan, semua kandidat yang telah mendaftar di PKPI NTT meeupakan kader- kader pemimpin yang punya kapasitas, kapabilitas, kualitas dan integritas yang semuanya sudah teruji di NTT.

“Kami memberikan apresiasi yang tinggi kepada semua bakal calon gubernur yang telah memilih PKPI sebagai jembatan kecil agar sampai kepada tujuan untuk mengabdikan dirinya kepada rakyat NTT,” katanya.

Baca juga : Dispendukcapil Kota Kupang Ajukan 30 Ribu Blangko e-KTP Tambahan Ke Kemendagri

Menurut Yan, PKPI menggelar kegiatan dimaksud dalam rangka menjaring, mencari dan mendapatkan pemimpin terbaik bagi rakyat NTT untuk periode 2018-2023. Sekaligus sebagai bentuk tanggungjawab partai politik, dalam hal ini PKPI untuk memberikan pendidikan politik bagi rakyat, khususnya masyarakat NTT.

“Dari sekian banyak yang berlomba- lomba, tentunya nanti ada satu saja yang terbaik yang direstui oleh Tuhan Yang Maha Kuasa untuk memimpin NTT kedepan,” ujarnya.

Ketua Tim Desk Pilkada DPP PKPI NTT, Agus Bajo dalam laporannya menyampaikan, guna mencari pemimpin terbaik untuk menakhodai NTT lima tahun kedepan, tentu perlu dilakukan dengan berbagai pendapat, pola pikir maupun mekanisme masing- masing partai politik.

“Karena itu PKPI hadir bersama rakyat melalui dialog interaktif. Kegiatan dialog publik merupakan kegiatan tidak terpisahkan dari mekanisme penjaringan dan penyaringan bakal calon yang berlaku pada PKPI melalui Tim Desk Pilkada Provinsi NTT,” katanya.

Agus menyatakan, yang mendaftar sebagai bakal calon gubernur dan bakal calon wakil gubernur di PKPI NTT sebanyak 15 orang, terdiri dari 12 orang calon wakil gubernur dan 3 orang calon gubernur. Dari hasil tabulasi dan rekapitulasi sesuai pendapat serta dukungan tertulis dari seluruh Dewan Pimpinan PKPI Se-NTT adalah 5 orang bakal calon gubernur.

“Oleh sebab itu, sebagai lima besar dukungan terbanyak dari seluruh Pimpinan Dewan Kabupaten PKPI Se-NTT, kami mengundang sebagai peserta dialog dialog publik malam ini, yang disiarkan secara langsung kepada seluruh masyarakat NTT, agar dapat mengetahui kapasitas dan kapabilitas dari masing- masing bakal calon,” tandasnya.