SMK Darwis Ruteng Direvitalisasi dengan Komitmen Respon Cepat dan Fokus Persiapan Akreditasi B

Bagikan Artikel ini

Laporan Marten Don
Ruteng, NTTOnlinenow.com – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Sadar Wisata (Darwis) Ruteng, kabupaten Manggarai, Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi salah satu dari 125 SMK di seluruh Indonesia yang terpilih untuk direvitalisasi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI) saat ini berdasarkan hasil visitasi pihak Kementerian sebagai sekolah yang mendapat kualifikasi kriteria akreditasi, sebagai salah satu syarat menjadi sekolah unggulan.

Demikian, Dr. Agus Hery Supadmi Irianti, M.Pd, pendamping program revitalisasi dari Kemendikbud pada seremonial penutupan kegiatan pendampingan program revitalisasi itu dihadapan para guru SMK Darwis Ruteng, Jum’at (8/9/2017) siang.

Kualifikasi akreditasi itu, kata Irianti, dilihat dari beberapa hal, diantaranya, jumlah siswa yang menempati angka di atas ribuan,  konteks hubungan kerja sama dengan banyak Dunia Usaha dan Dunia Industri  (DUDI), baik dalam cakupan wilayah Indonesia maupun di luar negeri, lulusan unggulan SMK Sadar Wisata yang sudah banyak terserap, di Dunia Industri perhotelan terbesar di Indonesia, seperti Hotel Jayakarta di Labuan Bajo termasuk hotel-hotel besar lainnya di Jawa, fasilitas sarana dan prasarana gedung dan peralatan teknologi informasi dan komunikasi yang memadai, tenaga guru yang profesional, inovasi pembelajaran yang diarahkan pada ‘Teaching Faktory’.

Pembelajaran ‘Teaching Faktory’ yang dimaksud, adalah menyiapkan lulusan SMK memasuki dunia kerja, membantu peserta didik memilih pekerjaan yang sesuai dengan kompetensi yang dipelajarinya, memberi kesempatan kepada peserta didik SMK untuk melatih keterampilannya sehingga dapat membuat keputusan tentang karir yang dipilih, meneguhkan keterampilan yang dibutuhkan dalam dunia kerja, memperluas cakupan kesempatan rekruitmen bagi lulusan SMK, dan membantu menjalin kerja sama dengan dunia kerja yang aktual.

Sedangkan, terkait bidang pengembangan revitalisasi SMK yang menjadi syarat utama, yaitu 1. Pengembangan dan penyelarasan kurikulm. 2. Inovasi pembelajaran. 3. Pemenuhan dan peningktan profesionalitas guru dan tenaga pendidik. 4. Stansarisasi sarana dan prasarana utama. 5. Pemutakhiran program kerja industri. 6. Pengelolaan dan penataan kelembagan.

Pertimbangan lain yang menjadi prioritas direvitalisasinya SMK Sadar Wisata Ruteng adalah karena masih terkategori akreditasi C, sehingga dengan harapan nantinya setelah mendapatkan pendampingan khusus program revitalisasi oleh Direktorat Pembinaan SMK dapat mencapai akreditasi B yang setara dengan SMK lainnya di Indonesia.

“Kenyataannya masih banyak SMK lainnya di Indonesia yang tidak terpilih menjadi sekolah unggulan dengan kualifikasi akreditasi D. Oleh karena itu, kami berharap kepala sekolah SMK Darwis ini, selama masa pendampingan mandiri selama satu bulan kedepan ini, kami serahkan tanggung jawab besar ini sepenuhnya, dalam melaksanakan dan menyukseskan program cepat ini. Apa lagi ini menjadi salah satu syarat bagi guru SMK dalam mendapatkan program sertifikasi guru, yang berkualifikasi sebagai tenaga guru profesional,” tegas Irianti.

Sementara itu, ketua Komite SMK, kabupaten Manggarai, Heribertus Ngabut, dalam sambutannya mengatakan, secara kelembagaan atau organisatoris kehadiran dari pada program revitalisasi ini adalah sebuah kesempatan berahmat, walaupun lembaga SMK Sadar Wisata Ruteng ini belum cukup kuat untuk memberi kontribusi secara intelektual terhadap eksistensi pengembangan menjadi sebuah sekolah unggulan terbaik dari yang ditargetkan.

Namun upaya ini, dapat terwujud sangat tergantung pada medannya, diantaranya, medan murid, medan orang tua, medan manajemen Sekolah dan medan pada guru.

“Inilah yang perlu kita perhatikan bagi guru-guru yang mengabdi di sekolah ini,” ungkapnya.

Baca juga : Diduga Ulah Syahbandar Pelabuhan Reo, Distributor Semen dan Kontraktor di Manggarai Merugi

Selain itu, anak-anak sekolah memilih sekolah di SMK Sadar Wisata ini motivasinya adalah karena negara telah memberikan atensi besar bagi anak-anak yang sekolah di sekolah ini. Sedangkan faktor lainnya adalah guru yang ada sangat kuat membentuk orang untuk mendapatkan lapangan kerja.

Namun menjadi kendala adalah di Manggarai sendiri lapangan kerjanya sangat sempit, anak-anak tidak bisa diberdayakan ketika mereka ingin melanjutkan sekolah ke Perguruan Tinggi. Sehingga alangkah baiknya sekolah ini bisa mengembangkan jurusan Tata Boga, agar siswa di sekolah ini bisa mengembangkan inovasinya dengan memberdayakan produk kuliner lokal bukan hanya sekedar mengembangkan jurusan perhotelan, jelasnya.

Dari sisi kuantitatif SMK Darwis Ruteng tak perlu diragukan lagi, namun ia mengingatkan perlu juga mempertimbangkan kulaitatif. Keduanya harus sejalan.

Sementara itu, Kepala SMK Sadar Wisata Ruteng, Wilhelmus Bastian, mengatakan, ada tiga kriteria yang dipakai kementerian dalam mewujudkan revitalisasi ini, yaitu respon cepat, repon lambat dan rombak total.

Terkait peningkatan sumber daya guru produktif dengan melakukan magang guru pariwisata maupun perhotelan, review kurikulum, yakni menyesuaikan  antara kurikulum nasional dengan kurikulum lokal pada mata pelajaran produktif sesuai dengan kebutuhan DUDI.

Seremonial penutupan kegiatan pendampingan program revitalisasi tersebut ditutup oleh Kasi SMK Wilayah VII Provinsi NTT, Ursula Besna N. Senaru, S.Si.T.

Dalam sambutan penutupnya, Besna berjanji untuk membawa semua hal yang berkaitan dengan hasil diskusinya dengan pihak SMK Darwis Ruteng serta terkait proses persiapan akreditasi B akan dibahasnya di tingkat Provinsi.

Besna berharap agar program akan terjadi pada sejumlah SMK lainnya di Indonesia dan khusus di Manggarai Raya (Manggarai, Manggarai Timur dan Manggarai Barat).