Hinca Pandjaitan: Demokrat Konsisten Merawat Demokrasi
Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Partai Demokrat adalah partai nasionalis religius yang selalu konsisten menjaga dan merawat demokrasi. Karena itu tidak benar jika partai ini pendukung ormas intoleransi dan radikalisme sebagaimana yang dituduhkan sejumlah pihak selama ini.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Demokrat, Hinca Pandjaitan sampaikan ini kepada wartawan di Kupang, Rabu (23/8/2017) malam.
Kehadiran Hinca bersama rombongan di Kupang untuk menghadiri syukuran kebangsaan yang digelar DPD Demokrat NTT yang mengusung tema “Merajut Asa Bersama Dalam Kebhinekaan.”
Hinca menjelaskan, tuduhan sejumlah pihak bahwa Demokrat sebagai pendukung ormas intoleransi sangatlah tidak benar. Demokrat selalu mendahulukan ruang demokrasi untuk mewujudkan demokrasi itu sendiri. Sikap Demokrat terhadap Perppu tentang pembubaran ormas sebagai penjabaran atas UU tentang ormas dilatari oleh pertimbangan bahwa belum ada kegentingan yang memaksa.
Sehingga, menurutnya, kehadiran Perppu itu belum pas untuk konteks bangsa saat ini. Beda pandangan adalah bagian dari ruang demokrasi. Bukan berarti, beda pandangan sama dengan membela kelompok intoleransi.
“Kami minta supaya mereka yang tuduhkan Demokrat sebagai pendukung kelompok intoleransi segera minta maaf. Kalaupun tidak mau minta maaf, kami pun telah memaafkannya,” tandas Hinca.
Ketua Dewan Pertimbangan DPP Partai Demokrat, E.E. Mangindaan menegaskan, hak mengeluarkan pendapat tentunya sangat dihargai. Walau demikian, pernyataan yang dikeluarkan itu tidak boleh menciderai demokrasi.
Baca juga : Kapolres Belu Ajak Seluruh Instansi Bangun Sinergitas di Tapal Batas RI-Timor Leste
“Demokrat tidak mengambil langkah hukum atau melapor polisi terkait tuduhan sejumlah pihak bahwa Partai Demokrat pendukung kelompok intoleransi dan radikalisme,” ungkapnya.
Sementara itu, dalam pidatonya pada acara syukuran kebangsaan, Mangindaan mengatakan, pihaknya bangga dengan NTT yang memiliki keberagaman yang luar biasa, termasuk tenun adat. Diyakini, masyarakat NTT akan tetap menjaga dan menunjukan keberagaman.
Mantan Menteri Perhubungan ini menegaskan, Demokrat teguh kepada empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Bagi Demokrat, Pancasila adalah harga mati, NKRI harus tetap bersatu. Jangan mau dipecah-pecahkan.
“Demokrat ingin damai dengan siapa saja. Jangan karena politik, kita pecah. Sejak Partai Demokrat berdiri, saya tetap demokrat. Keberagaman dan demokrasi sangat dirasakan,” tandas Mangindaan.
Dia menyampaikan, sebagai kader Demokrat, pihaknya juga sudah berbuat banyak untuk NTT. Ketika menjadi Menteri Perhubungan, pihaknya membangun Bandara Komodo di Labuan Bajo, Manggarai Barat dan sejumlah bandara di NTT. Selain itu, pelabuhan laut, infrastruktur jalan dan jembatan.
Ketua DPD Demokrat NTT, Jefri Riwu Kore menyebutkan tiga hal yang menjadi dasar syukuran kebangsaan, yakni momen memperingati HUT ke- 72 RI, momen pelantikan Ketua DPD Demokrat menjadi wali Kota Kupang serta syukuran kebangsaan dan kebhinekaan.
“Tiga hal ini membuat kita rayakan secara bersama. Kita merupakan partai yang menghargai demokrasi dan kebhinekaan,” paparnya.
Jefri mengatakan, Demokrat merupakan partai yang telah memiliki reputasi dalam perpolitikan di level nasional maupun daerah. Karena itu, semua kader dan simpatisan bersatu dan harus memenangkan seluruh pilgub dan pilkada kabupaten di NTT.

