Copa NTT Hujan Kartu, Pertandingan Memanas

Bagikan Artikel ini

Laporan Frans Watu
Jakarta, NTTOnlinenow.com – Setelah dibuka pada tanggal 6 Agustus 2017 di GOR Ciracas, Jakarta Timur pertandingan Copa NTT kini memasuki pekan ke tiga. 18 tim telah bermain pada pertandingan perdana bahkan ada beberapa tim yang sudah memainkan dua pertandingan yaitu PSN Ngada A dan Persena Nagekeo.

Kerasnya pertandingan dengan tempo permainan yang tinggi, kadang disertai tackling dan body charge yang keras, membuat sejumlah pemain dari masing-masing tim tidak bisa menghindari kartu kuning dari wasit. Tiga kartu merah dikantongi oleh masing-masing pemain dari PSN Ngada A, Perseftim Flores Timur dan Persimabar Manggarai Barat.

Hingga pekan ke tiga tim grup B yang berpotensi lolos ke babak 10 besar, PSN Ngada A sudah memastikan diri lolos dengan nilai 4 tinggal menunggu partai terakhir di grup ini antara Persami Maumere vs Persimabar Manggarai Barat yang punya peluang yang sama. Sedangkan di grup E, Persena Nagekeo sudah bisa dipastikan masuk ke babak berikut tinggal menunggu pertandingan antara PSN Ngada B vs IKBS Sumba.

Partai hidup – mati

Memasuki minggu ke empat akan bertemu tim-tim yang mewakili daratan Timor, Sumba, Flores dan Lembata. “Partai hidup dan mati” demikian komentar Kol.Adm. Nelson Noak mantan pemain PSK Kupang. Menurut Nelson yang saat ini lebih banyak berkecimpung di Tim Voli AURI, “pertandingan sabtu menentukan langkah Malaka dan Sumba Barat Daya, jika kedua tim ini menang maka terbuka peluang untuk maju ke babak berikut dan grup ini menjadi grup neraka, karena sampai saat ini ke empat tim punya kans yang sama”.

Kami butuh 3 angka, karena itu kami harus menang lawan Lembata FC, kometar Videlis salah satu official Malaka di Lapangan Mawing Paskhas. Sementara itu Lucia Agustini Pukan, salah satu tim official Lembata menanggapi komentar tim Malaka dengan senyum, “kita lihat nanti di lapangan, Coach FW sudah punya racikan “sembur paus” untuk mengatasi tim dari kaki Gunung Lakaan, tidak ada pilihan kami juga ingin memenangkan pertandingan untuk mengamankan langkah kami ke 10 besar”.

Baca juga : Pembukaan Copa NTT Diwarnai Atraksi Budaya Diaspora NTT

Sedangkan pertandingan hari minggu, tidak kalah seru pertemuan antara PSN Ngada B vs IKBS dan Persami Maumere vs Persimabar Manggarai Barat bisa dikatakan partai neraka, karena setiap tim yang bermain membutuhkan kemengan untuk memastikan tiket ke 10 besar.

Bertho Lalo, Kepala Kantor Penghubung NTT di Jakarta yang juga turut menggawangi Copa NTT, sangat mengapresiasi kehadiran diaspora NTT di Lapangan Mawing Paskhas Halim Perdanakusuma. Ketika diminta pendapatnya tentang Copa NTT yang sudah menyelesaikan pertandingan hingga minggu ke tiga mengatakan, “Diaspora NTT semakin antusias menyaksikan pertandingan Copa NTT 2017, hal ini terlihat dari jumlah penonton yang makin meningkat pada setiap pertandingan dengan ribuan pasang mata.

Banyak diantaranya memberikan apresiasi dan sangat menyambut baik perhelatan turnament antar Kabupaten/Kota se NTT. Selain menjadi ajang silahturahmi untuk memperkokoh persaudaraan dan soliditas di antara sesama anak Flobamora, diharapkan dari ajang ini akan muncul pesepakbola handal asal NTT yang berkiprah di Liga II bahkan Liga I”.

Mengakhiri perbicangannya, pria asal Riung/Ngada dengan senyum khasnya berharap, agar turnamen Copa NTT dapat diselenggarakan setiap tahun dengan kualitas yang lebih bagus dan tentunya dukungan yang konstruktif dari para sesepuh dan tokoh NTT bisa menjadi modal panitia dalam mempersiapkan even ini.

“Saya memberikan apresiasi kepada masyarakat diaspora NTT yang sangat menjunjung tinggi sportivitas, menciptakan keamanan dan ketertiban disetiap pertandingan,” lanjut Bertho dengan senyum karena Kesebelasan PSN Ngada bisa menjebol gawang Manggarai Barat setelah ditahan Manggarai selama 80 menit dangan 10 pemain.

“Ketertiban dan sportifitas masyarakat NTT diaspora benar-benar diuji di lapangan. Saya bangga karena pertandingan yang disuguhkan cukup menarik, dengan adanya turnamen ini kita dapat melihat bakat anak NTT yang saya kira tidak kalah dengan pemain liga 2 PSSI”, komentar Bertho yang selalu hadir besama keluarga di lapangan Mawing Paskhas Halim Perdanakusuma.