Bupati Dula: TdF Bawa Dampak Positif untuk Manggarai Barat

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Labuan Bajo, NTTOnlinenow.com – Bupati Manggarai Barat, Agustinus Ch. Dula menyatakan, daerah yang dipimpinnya tersebut paling merasakan dampak positif dari pelaksanaan event balap sepeda internasional Tour de Flores (TdF) yang sudah diselenggarakan berturut- turut selama dua tahun sejak 2016 dan 2017 di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Manggarai Barat mendapat paling banyak dampak positif dari Tour de Flores ini, karena finisnya di Labuan Bajo, Manggarai Barat ini yang memiliki banyak obyek wisata, maka secara otomatis tamu undangan yang menghadiri event ini akan menyempatkan waktu berkunjung ke obyek- obyek wisata yang ada,” kata Bupati Dula kepada wartawan di sela- sela acara penutupan TdF 2017, di Labuan Bajo, Rabu (19/7/2017).

Menurut Dula, TdF merupakan event yang dirancang sebagai ajang promosi potensi pariwisata di Nusa Tenggara Timur, khususnya Flores yang memiliki pesona alam nan elok. Sehingga momentum ini sangat tepat untuk mengeksplorasi semua potensi yang ada agar dikenal luas hingga mencanegara.

“Kami masyarakat Manggarai Barat tidak keberatan dengan event bertaraf internasional yang membawa dampak sangat positif bagi daerah kami, karena para pebalap dunia ini akan berkunjung ke destinasi wisata di daerah ini dan tentunya hal ini menjadi sebuah keuntungan besar yang bermanfaat,” katanya.

Baca juga : Golomory Coffee Tawarkan Cita Rasa Kopi Nikmat Khas Flores

Dula mengatakan, kegiatan TdF perlu untuk terus dilaksanakan sebagai event tahunan di daerah itu, dengan tata kelola yang lebih memperhatikan aspek profesionalisme melalui penataan infrastruktur yang memadai. Sehingga para pebalap boleh merasakan kenyamanan ketika berlaga pada ajang dimaksud.

“Tinggal dilaksanakan secara baik, melalui kerja sama dan koordinasi dengan panitia penyelenggara untuk dikemas lebih baik lagi pada pelaksanaan event ini di tahun- tahun mendatang,” ujarnya.

Dia berpendapat, pelaksanaan Tour de Flores selain sebagai ajang promosi, juga dalam rangka pemberdayaan ekonomi masyarakat. Karena dengan kegiatan yang melibatkan banyak komponen termasuk masyarakat, maka secara otomatis ada dampak ekonomi yang bisa dirasakan manfaatnya, atau multiplier effect.

Dula juga berharap pelaksanaan TdF pada tahun mendatang agar rutenya mengambil jalur Pantai Utara (Pantura) Flores. Karena jalur utara menawarkan sensasi yang tak kalah bagusnya dengan jalur tengah yang sudah dua kali dilintasi.

“Kalau boleh tahun depan Tour de Flores ini jangan lagi lewat jalur tengah, kalau bisa lewat jalur utara atau Trans Utara Flores, karenanya jalan di utara harus diperhatikan. Dan saya yakin kalau Tour de Flores melewati jalur pantai utara jauh lebih bagus, karena menawarkan pemandangan pantai yang indah,” ujarnya.