Tagu Dedo Figur Teknokrat yang Bisa Bawa NTT Menuju Perubahan

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Pengamat Sosial dan Politik dari Universitas Katolik Widya Mandira Kupang, Mikhael Rajamuda Bataona menilai figur bakal calon gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Daniel Tagu Dedo yang datang dari kelompok teknokrat ini mampu mengubah NTT kearah yang lebih baik.

“Jika dianalisis secara cermat, bisa dibuat semacam konklusi sementara bahwa figur wajah baru seperti Daniel Tagu Dedo punya sesuatu yg bisa dijual ke publik,” kata Mikhael kepada wartawan di Kupang, Senin (10/7/2017).

Menurut Mikhael, NTT membutuhkan figur teknokrat dan profesional seperti Daniel Tagu Dedo. Karena Tagu Dedo memiliki rekam jejak yang dalam bahasa studi pembangunan disebut sebagai teknokrat. Artinya figur in8 datang dari kalangan profesional yang mencoba masuk ke gelanggang politik dengan sejumlah metode ilmiah untuk mengubah keadaan di NTT.

“Mantan Gubernur Ben Boi misalnya adalah sosok seorang dokter tentara yang akhirnya memberi dampak perubahan yang nyata di zamannya karena profesionalitasnya. Kaum seperti Inilah yg dibutuhkan di NTT,” ujarnya.

Mikhael mengatakan, poltikus tidak hanya butuh popularitas atau konstituensi, tapi juga harus memiliki kapabilitas dn intergitas. Daniel Tagu Dedo sebagai seorang mantan profesional di bidang ekonomi dan perbankan mempunyai apa yang disebut kapabilitas itu.

Baca juga : RSUD Johannes Harus Bangun Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan

“Meskipun beliau belum terlalu populer sebagai politisi tapi dengan kerja-kerja politik belakangan ini, namanya mulai dikenal dan diterima publik NTT. Dalam amatan saya, Tagu Dedo jika bisa mencerahkan publik NTT dengan gagasan-gagasan bernasnya juga metode ilmiah terbaik yang bisa digunakan untuk mengubah model pembangunan di NTT, maka pada saatnya dia akan mendapatkan popularitas dan elektabilitas yang baik untuk menang di Pilgub,” paparnya.

Dijelaskannya, dengan keadaan NTT yang masih cukup tertinggal dan sering dikonotasikan dengan sebutan provinsi “Nasib Tidak Tentu”, maka Tagu Dedo yang punya segudang metode dan strategi, bisa memberi banyak solusi demi percepatan pembangunan.

“Maslahnya adalah dia harus bersaing dengan sosok seperti Ray Fernandes dan Kristo Blasin. Hanya kedekatan ideologis Tagu Dedk dengan Megawati bisa menjadi garansi dirinya yang akan ditetapkan DPP PDIP” jelas Mikhael.

Mikhael berpendapat, selain diperlukan figur muda dan energik, NTT juga butuh ide-ide cerdas dan metode-metode pembangunan yang solutif bagi kemajuan NTT.

“Salah satu figur dari kalangan profesional yang berpeluang adalah Daniel Tagu Dedo. Dia punya kapabilitas untuk memberi efek kejut pada kejenuhan publik NTT yang sudah lama merindukan gebrakan besar dengan terobosan-terobosan nyata dan terukur,” papar Mikael.