Ketua DPRD: Bubarkan PT Sasando
Laporan Nyongki Mauleti
Kupang, NTTOnlinenow.com – Keberadaan PT Sasando dinilai hanya membebani daerah, tanpa ada kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) meskipun sudah disuntik dana miliaran rupiah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kupang minta agar PT Sasando sebaiknya di bubarkan.
“Keberadaan PT Sasando selama ini tidak ada sumbangsih bagi PAD dan malah merugi. Dengan kondisi seperti ini, mendingan dibubarkan saja,” tegas Ketua DPRD Kota Kupang, Yeskiel Loudoe saat dikonfirmasi soal keberadaan perusahan daerah milik Pemerintah Kota di Kantor DPRD Kota Kupang.
Loudoe menuturkan, PT Sasando selama terus mendapatkan suntikan dana dari pemerintah daerah, namun tidak pernah memberikan sumbangsi bagi PAD Kota Kupang, tetapi malah merugi tiap tahun. Bahkan modal yang disertakan habis tanpa ada pemasukan sedikitpun.
Oleh karena itu, lanjut Loudoe PT Sasando paling bagusnya dibubarkan saja, dari pada hanya membebani keuangan daerah. “Bagusnya PT Sasando dibubarkan dan usaha yang selama ini dijalankan tinggal dialihkan ke instansi teknis Badan pengelolaan keuangan daerah dan aset,” pinta Loudoe.
Baca : Komisi III Mendesak Dinas PUPR Tuntaskan Temuan BPK
Yeskial juga mengaku heran dengan unit usaha dari PT Sasando yang hanya mengandalkan papan reklame, padahal penyertaan modal yang disuntikan bagi PT Sasando cukup besar, dengan rencana unit usaha yang cukup banyak dan menjanjikan ketika mereka menjelaskan kepada DPRD untuk mendapat penyertaan modal. Namun sudah mendapatkan modal, unit usaha tidak berkembang, dan tidak pemasukan.
“Sekali lagi paling bagus pemerintah segerah bersikap untuk bubarkan BUMD ini, sehingga kedepan dalam audit nantinya tidak menjadi temuan BPKP, dan juga pemerintah tidak rugi tiap tahun,” kata politisi PDI Perjuangan ini.
Terpisah, Sekda Kota Kupang, bernadus Benu mengaku, selaku komisaris dari PT Sasando, dirinya belum memikirkan untuk membubarkan PT Sasando, sebab prospeknya sebenarnya cukup baik dengan unit usaha yang ada. Namun karena manajemen tidak mampu bekerja dengan baik sehingga nasip PT Sasando seperti mati enggan, hidup tak mau. Namun dirinya bertekad untuk menghidupkan kembali PT Sasando dengan unit usaha yang ada. Tapi sebelum menghidupkan kembali, manajemen harus dibenahi terlebih dahulu.

