Penyertaan Modal 82 Miliar, Pemkot Kupang Pemegang Saham Ketiga Terbesar di Bank NTT

Bagikan Artikel ini

Laporan Nyongki Mauleti
Kupang, NTTOnlinenow.com – Penyertaan modal pemerintah Kota Kupang di Bank NTT telah menembus angka Rp.82 miliar, dengan penyertaan modal itu, pemerintah Kota Kupang menempati urutan ketiga sebagai pemegang saham terbesar di Bank NTT.

“Pemerintah Kota Kupang menempati urutan ketiga, setelah pemerintah Provinsi NTT, dan Kabupaten Kupang. Kami menargetkan penyertaan modal hingga mencapai Rp.100 miliar,” kata Walikota Kupang, Jonas Salean kepada wartawan di Kupang.

Dijelaskan, dengan Jumlah total saham sebesar Rp.82 miliar, dengan penerimanaan Deviden yang diterima selama ini sudah mencapai 96 Miliar lebih. Melihat angka ini dapat dikatakan membawa manfaat besar bagi pendapatan asli daerah Kota Kupang.

“Bukan cuma memberikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang cukup besar, tapi ada manfaat lain yakni pertumbuhan ekonomi, pendapatan masyarakat dan penyerapan tenaga kerja,” katanya.

Jonas menuturkan dengan penyertaan modal sebesar Rp.82 miliar ada Kontribusi Positif lain bagi pemerintah dan masyarakat Kota Kupang adalah memberikan kemudahan Fasilitas pinjaman bagi masyarakat dan Aparatur Pemkot Kupang. Adapula manfaat sosial lain berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan dan hiburan bagi masyarakat Kota Kupang dilakukan oleh Bank NTT.

Baca : Stef Atok Terpilih Pimpin DPC LVRI Kabupaten Belu

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kota Kupang, Melkianus Asanab mengatakan pernyertaan modal ke Bank NTT akan di tambah dari Rp.82 miliar menjadi Rp.100 miliar bahkan bisa lebih. Untuk menambah Rp.18 miliar, pemkot bersama DPRD sebagai lembaga penyelenggaran pemerintah daerah bersama-sama meninginginkan payung hukum berupa Perda.” Kita selaku dewan setuju, dengan itu maka kita ingin membahas Ranperda penyertaan Modal agar diatur jelas,”katanya.

Dia menjelaskan apabila Ranperda rampung, penyertaan tidak bisa dilakukan sekaligus yakni menambah Rp.18 miliar untuk menjadi Rp.100 miliar.” Penambahaan untuk mencapai 100 Miliar, tidak bisa sekaligus tapi akan dilakukan secara bertahap,”katanya.