Komisi I Dapat Keluhan Minimnya Anggaran Dinas Kominfo dan Kearsipan

Bagikan Artikel ini

Laporan Nyongki Mauleti
Kupang, NTTOnlinenow.com – Komisi I, DPRD Kota Kupang mendapat banyak keluhan dari dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Yaitu Dinas Kearsipan Perpustakaan, dan Komunikasi dan Informasi. Kedua dinas itu mengeluhkan minimnya alokasi anggaran yang diberikan sehingga tidak bisa memenuhi kebutuhan dinas secara keseluruhan, terutama program kerja.

Demikian dikatakan, Ketua Komisi I DPRD Kota Kupang, Padron Paulus, usai melakukan kunjungan ke Kedua Dinas Tersebut! Jumat (7/4/2017).

Padron, ketika melakukan kunjungan Kerja, dalam rangka memperkenalkan diri sebagai Ketua Komisi I, yang baru bersama anggotanya, mendapat banyak keluhan dari kedua dinas tersebut. Untuk Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, dikeluhkan soal keberadaan kantor yang tidak layak dan sangat sempit sehingga para staf tidak bisa bekerja maksimal. Selain itu ruang penyimpanan arsip juga tidak memadai, sehingga arsip-arsip yang ada tidak bisa ditata dengan baik.

Selain itu, Kata Paulus, ada keluhan lain soal tidak tersedianya anggaran yang memadai, dan tempat khusus untuk perpustakaan.

“Kita tahu bersama kalau bicara perpustakaan berarti ada ruangan khusus yang terpampang beraneka ragam buku bacaan yang disiapkan untuk para pengunjung untuk membaca, namun yang terjadi di Kota Kupang beda, badan perpustakaan tidak mempunyai perpustakaan, apalagi kantornya juga tidak layak disebut kantor,” Kata Padron.

Sementara untuk dinas Kominfo, dikeluhkan soal minimnya alokasi anggaran, dan mobil operasional yang sudah usur yang tidak layak digunakan untuk operasional. Selain itu ada keluhan dari banyak ASN yang baru dimutasi kedinas tersebut, pasca adanya perubahan OPD. Para ASN mengaku mereka asal dimutasi, dan memahami tupoksi mereka yang sebenarnya, sehingga mereka butuh waktu lagi untuk beradaptasi dengan dinas baru.

Atas dasar pengeluhan dari kedua dinas itu, Paulus mengaku, pihak Komisi I, akan melakukan koordinasi dengan Sekda Kota Kupang, untuk membahas problem yang dialami kedua dinas tersebut, selain itu, atas minimnya anggaran, komisi siap membahasnya dalam sidang perubahan APBD tahun 2017 yang akan digelar pertengahan tahun nantinya.

Pada kesempatan berbeda, Kepala Dinas Kominfo Kota Kupang Danberty mengaku, Meskipun sudah berlabel dinas dengan Tipe A namun alokasi anggaran, untuk Dinas Kominfo masih minim.

“Soal anggaran kami disini masih sangat minim anggaran walaupun kami dinas ini sudah tipe A tapi anggaran operasional yang didapat masih seperti dinas dengan tipe C,” katanya.

Menurut Danberty, kondisi anggaran ada di dinas ini, masih sangat minim baik itu soal perjalanan dinas dan maupun dana operasional bagi staf yang melakukan tugas dalam daerah.

“Untuk perjalanan dinas dalam satu tahun hanya tiga kali, padahal banyak undangan kegiatan yang sangat berkaitan dengan dinas diluar daerah cukup banyak, belum lagi ditambah sejumlah perjalanan kedinasan di kementerian. Namum karena keterbatasan anggaran maka banyak kegiatan penting tidak bisa di ikuti. Untuk itu kami berharap komisi I dapat membantu perjuangkan melalui TAPD gunan perjalanan dinas ditambahkan,” pintanya.

Selain anggaran, kata Danberty, soal mobil operasional Kominfo siaran keliling yang saat ini mobil tersebut sudah sangat tua usianya dan sering keluar masuk bengkel sehingga agak sulit dalam menyampaikan informasi.

“Memang ada mobil Toyota Avansa yang dipakai sebagai mobil siaran keliling, namun itu hanya satu saja yang dianggap layak untuk kiranya ini juga menjadi perhatian pemerintah guna dapat menganggarkan tambahan satu unit mobil lagi guna pelaksanaan penyampaian informasi akan hal penting dari pemerintah yang perlu diketahui masyarakat bisa lebih meluas lagi,” lanjut Danberty.