Mentan Dijadwalkan Panen Jagung di Perbatasan RI-Timor Leste

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman sesuai rencana, Rabu (15/3/2017) melakukan panen jagung yang ditanam diatas lahan seluas 2.000 lebih hektar di Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berbatasan dengan negara Timor Leste.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTT, Anis Tay Ruba sampaikan ini kepada wartawan di Kupang, Sabtu (11/3/2017).

Menurut Anis, selain panen jagung, Mentan Amran Sulaiman juga melakukan penanaman bawang secara serentak di atas lahan yang telah disiapkan. Mentan juga akan memberikan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) untuk meningkatkan produksi tanaman pertanian.

“Pemeritah menaruh perhatian untuk mewujudkan tercapainya lumbungan pangan di wilayah perbatasan dengan negara Timor Leste, sehingga diharapkan nantinya bisa diekspor ke negara tetangga,” ungkap Anis.

Anis mengungkapkan, penguatan pangan perbatasan merupakan program khusus dari Kementerian Pertanian untuk semua wilayah perbatasan di seluruh Indonesia. Pemerintah pusat telah fokus memberikan perhatian khusus untuk pengembangan pangan di wilayah perbatasan dengan harapan nantinya bisa diekspor ke negara tetangga.

Mantan Penjabat Bupati Ngada ini mengatakan, pada hari yang sama Mentan Amran Sulaiman menuju juga Belu untuk memantau gerakan Sapi Induk Wajib Bunting (Siwab). Gerakan ini merupakan program Pemerintah Pusat yang ditindaklanjuti Pemerintah Kabupaten Belu dan didukung tim advestasi lumbung pengelolaan perbatasan. Bupati Belu juga telah memprogramkan pengembangan ternak sapi di wilayah perbatasan.

Sehari sebelum berkunjung ke Kabupaten Malaka dan Kabupaten Belu, Mentan terlebih dahulu akan melakukan panen jagung dan memantau potensi ternak sapi di Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka. Luas lahan tanaman jagung yang hendak dipanen di Sikka itu mencapai 1. 000 hektar lebih.

Baca : Kristo Blasin: Jadi Gubernur Bukan Kejar Kekuasaan

Jagung tersebut ditanam di atas lahan milik masyarakat. Sebagian benih jagung yang ditanam di atas lahan tersebut berasal dari bantuan benih pemerintah. Para petani juga didampinngi penyuluh pertanian yang bertugas di daerah tersebut.

“Setelah kegiatan panen di Sikka, Mentan Amran Sulaiman langsung terbang ke Kupang dan menginap semalam di ibu kota Provinsi NTT ini, dan besoknya baru bertolak ke Malaka dan Belu,” kata Anis.

Dia menambahkan, kunjungan Mentan Amran Sulaiman untuk memanen hasil jagung bersama-sama petani diharapkan bisa menggerakan semangat bekerja dan rasa percaya diri para petani di daerah ini. Diharapkan dengan berbagai perhatian dari pemerintah tersebut, bisa membuat petani terus produktif dari waktu ke waktu untuk meningkatkan kesejahteraannya.

Staf Ahli Menteri Bidang Infrastruktur Pertanian Kementerian Pertanian, Ani Andayani menyampaikan, Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kementerian Desa (Kemendes) membangun kerja sama untuk memperkuat usaha masyarakat Timor Barat yang tinggal berbatasan langsung dengan Negara Timor Leste di bidang pertanian dalam rangka pencapaian kemandirian pangan.

Penguatan wilayah perbatasan di bidang pertanian dimaksudkan agar masyarakat bisa membentengi diri terhadap pengaruh dari negara tetangga. Karena selain dapat memenuhi kebutuhan sendiri, komoditi pertanian yang dihasilkan pun bisa dijual ke negara tetangga, terutama masyarakat Timor Leste yang juga tinggal di wilayah perbatasan.

Ani menambahkan, penguatan wilayah perbatasan itu akan dilaksanakan di enam kabupaten. Selain empat kabupaten yang berbatasan dengan wilayah daratan, tapi juga dua daerah yang berbatasan dengan wilayah laut. Empat kabupaten dimaksud yakni Belu, Malaka, Timor Tengah Utara (TTU) dan Kupang. Sedangkan dua kabupaten yang berbatasan dengan wilayah laut yakni Sabu Raijua dan Alor.