Perbaiki Jembatan Rusak, TNI dan Polri Dibantu Pengusaha Lokal

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Kegiatan karya bakti Kodim 1618/TTU dalam rangka perbaikan jembatan putus di Desa Ponu kecamatan Biboki Anleu kabupaten Timor Tengah Utara akibat banjir, mulai dilaksanakan Jumat pagi (17/02) kemarin. Selain dilakukan penimbunan jalan yang longsor dan terputus akibat banjir, juga dilakukan normalisasi arus sungai.

Sebelumnya diberitakan, jembatan Oemanu desa Ponu terputus akibat derasnya arus banjir yang terus menggerus pondasi jembatan Oemanu, menyeret lantai jembatan hingga ambruk. Peristiwa ini terjadi lantaran wilayah kecamatan Biboki Anleu diguyur hujan lebat sejak dua pekan lalu.

Jembatan Oemanu yang terletak diantara desa Oemanu dan desa Ponu merupakan satu – satunya akses penghubung dan jalur lalu lintas kendaraan dan orang antar negara RI – RDTL. Atas kejadian tersebut, tindakan yang diambil aparat hasil koordinasi dengan pemerintah desa, dinas terkait, dilakukan pemasangan police line di sekitar lokasi longsor untuk mengantisipasi adanya korban. Aparat juga mengarahkan jenis kendaraan roda empat dan roda dua untuk tidak melewati lokasi longsor. Upaya lainnya, dibangun jembatan darurat agar bisa dilewati warga pejalan kaki.

Baca : Banjir Bandang Rendam Perumahan Warga di TTU

Dan agar arus lalu lintas kendaraan bisa normal kembali, Dandim 1618/ TTU Letkol Arm Budi Wahyono,SH mengatakan sejak Jumat kemarin pihak TNI, Polri dan pemerintah Desa setempat bersama warga dibantu pengusaha lokal dari Mena dan Ponu sudah mulai melakukan kerja bhakti, memperbaiki jembatan Oemanu yang terputus.

“Sejak Jumat pagi (17/02) hingga Sabtu (18/02/2017), pihak TNI, Polri, pemerintah desa dan warga sudah mulai memperbaiki jembatan yang terputus”, ungkap Dandim Budi Wahyono. Ia juga mengatakan, sejumlah alat berat dipinjamkan secara suka rela oleh pengusaha lokal untuk memperlancar pengerjaan jembatan.

“Giat Karya bhakti normalisasi arus sungai dan penimbunan material jalan longsor juga melibatkan sejumlah pengusaha lokal dari Mena dan Ponu yang secara sukarela meminjamkan satu unit exavator, 1 unit loder dan 15 dump truk. Dan sekarang arus lalu lintas di jalan negara ini sudah bisa dilalui kendaraan jenis roda empat dan dua”, lanjut Dandim Budi Wahyono yang dikonfirmasi Sabtu (18/02/2017).