PLN Sebut Pergeseran Frekuensi Sebabkan Listrik Sering Padam di Kupang

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Dalam dua hari terakhir ini listrik padam di beberapa jalur/penyulang di Kota Kupang dan sekitarnya hingga ke Kota Soe. Pihak PLN mengungkapkan, hal itu dikarenakan telah terjadi frekuensi hunting (pergeseran frekuensi) pada pasokan listrik dari Vessel dan pembangkit PLTU.(04/01).

Hal ini disampaikan Deputi Manajer Hukum dan Humas PLN NTT, S.Nikolaus kepada wartawan di Kupang, Rabu (04/01/2017).

Menurut Nikolaus, frekuensinya hunting/bergeser menyebabkan koneksinya terputus dan listrik padam (trip). “Frekuensi sistem mengalami hunting, secara awam ibarat siaran radio yang frekuensinya bergeser sehingga terjadi storing atau siaran terputus,” katanya.

Nikolaus menjelaskan, jika terjadi “hunting” sistem kelistrikan membacanya sebagai gangguan yang membahayakan, sehingga sistem proteksi berfungsi untuk mengamankan jaringan transmisi & distribusi. Kerja sistem proteksi dijaringan ibarat fungsi Miniature Circuit Breaker (MCB) yang terpasang pada meter listrik di rumah pelanggan.

Baca : Atasi Padam Akibat Petir, PLN NTT Datangkan Ahli dari ITB

“Melihat Kondisi “hunting” ini lazim terjadi dalam proses koneksi paralel beberapa pembangkit menjadi sistem. Apalagi bila ada tambahan pembangkit baru paralel dengan jaringan eksisting yang masih butuh penyesuaian untuk memantapkan sistem,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, proses ini membutuhkan waktu yang cukup untuk mendapat kesesuaian setelah frekuensi pas pada proses sinkron antara pembangkit di Vessel dan pembangkit lain yang sudah pada Sistem Kelistrikan Kupang. Proses menemukan settingan yang pas itu meliputi frekuensi, karakter mesin, pola beban yang sedang dalam proses adaptasi sejak Vessel COD pada Jumat, 31 Desember 2016.

“Penyebab kejadian padam beberapa hari terakhir ini berbeda-beda. Mulai dari terjadi pergeseran frekuensi antara Vessel dan Sistem Kupang dan penyesuaian karakter mesin. Pemicu terjadi pergeseran frekuensi bisa terjadi karena adanya gangguan pada jaringan oleh alam, baik pohon, binatang atau ada benda asing menyentuh jaringan listrik,” ungkapnya.

Dia menambahkan, masalah lainnya adalah masih berlangsung penyesuaian pola operasi, pola/karakteristik pembebanan, dan karakter pembangkit. Untuk kedepan proses evaluasi tetap berjalan, kelemahan/kekurangan terus diperbaiki agar tidak terulang kembali.

“PLN mohon maaf atas ketidaknyamanan selama proses adaptasi Vessel ke dalam Sistem Kupang,” tandas Nikolaus.