Satgas Pamtas Yonif Raider 641/BRU Gelar Natal Bersama

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Tentara Nasional Indonesia unsur Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonif Raider 641/Beruang menggelar Natal bersama bertempat di Markas Komando Satgas di Sesekoe, Kelurahan Umanen, Kecamatan Atambua Selatan, Kabupaten Belu, Jumat (30/12/2016) petang pukul 16.00 wita.

Selain prajurit beragama Kristiani yang tersebar di dua Pos di garis perbatasan, hadir dalam perayaan Natal bersama itu juga Camat Atambua Barat, Tokoh Agama serta masyarakat undangan lainnya. “Ibadah dan Natal bersama sore ini bertujuan untuk meningkatkan iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,” pesan Dansatgas Pamtas, Letkol (Inf) Wisnu Herlambang dalam sambutan acara Natal bersama.

Pada hakekatnya peringatan Natal bukan terletak pada tanggal pelaksanaan Natal tersebut, tetapi peringatan Natal merupakan momentum bagi seluruh umat nasrani untuk menerima anugerah keselamatan dan senantiasa membagi kasih terhadap di sekelilingnya.

“Perayaan Natal ini juga menjadi salah satu sarana untuk peningkatan kualitas hidup beragama, mempererat tali persaudaraan, berbagai kasih,” ujar Wisnu.

Seorang prajurit TNI harus beriman dan bertaqwa kepada Tuhan, sebab atas dasar iman dan taqwa itu seorang prajurit bisa bertindak sesuai norma-norma iman. Hal tersebut berarti, kehidupan rohani dan ibadah sangat penting bagi kehidupan seorang prajurit TNI. Konteks perayaan Natal saat ini, Yesus Kristus adalah tokoh bagi umat manusia perlu dipanuti dalam menjalankan segala ajarannya.

natalpamtas1

“Jangan lupa Tuhan saat melakukan tugas, karena keselamatan dalam tugas ada di tangan Tuhan. Karena itu, prajurit jangan malas ikut kegiatan rohani. Melalui perayaan Natal bersama ini dapat meningkatkan pengabdian kepada bangsa dan negara,” harap dia.

Romo Yoris Samuel Giri usai acara itu menyampaikan proficiat kepada Satgas Pamtas yang telah menggelar Natal bersama yang tidak saja melibatkan anggota prajurit satuan tugas tetapi juga para undangan seperti pemerintah dan masyarakat sekitar.

“Kegiatan rohani seperti ini menunjukkan kebersamaan yang bisa memupuk rasa nasionalisme dan kedamaian, karena ini bisa bangun toleransi antar umar beragama dan kebersamaan prajurit satuan tugas dengan pemerintah dan masyarakat sekitar di wilayah perbatasan Belu dan Timor Leste ini,” ucap dia.

Sementara itu Pendeta Martha Tamono menuturkan, Tuhan adalah kekuatan dalam menjalankan tugas. Tanpa Tuhan, setiap tugas tidak mungkin bisa berjalan dengan baik karena manusia adalah makhluk yang lemah. Keterbatasan manusia akan disempurnakan Allah jika manusia ingin hidup sesuai ajaran dan kehendak Tuhan.

Tambah Perwira Pembinaan Mental Satgas Pamtas, Lettu (Inf) Heribertus Didik Heru Pamungkas selaku Ketua Panitia Natal bersama, kegiatan rohani merupakan salah satu kegiatan pembinaan mental yang senantiasa dilakukan dalam pelaksanaan tugas menjaga kedaulatan wilayah NKRI selama bertugas di batas RI-Timor. Untuk kegiatan rohani dalam rangka pembinaan mental yang dilakukan bersama selama ini yakni pembagian Alkitab dan Alquran bagi masyarakat dan anak dan itu sudah hampir dilakukan di 20 pos perbatasan Satgas Yonif Raider 641/Beruang di tapal batas.

“Selain kegiatan Natal untuk prajurit yang beragama kristiani, ada juga kegiatan lain yang dilaksanakan seperti Yasin untuk prajurit yang beragama muslim,” akhir Pamungkas.