Kantor Bahasa NTT Akan Gelar Lomba Penulisan Bahasa Santun di Angkutan Kota

Bagikan Artikel ini

Laporan Nyongki Mauleti
Kupang, NTTOnlinenow.com – Kantor Bahasa NTT menggandeng Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang untuk menggelar lomba penulisan Bahasa Inonesia baik dan santun pada angkutan kota (Angkot) di Kota Kupang. Lomba itu akan menyediakan total hadiah uang tunai senilai puluhan juta rupian

“Kami saat ini ada program dari badan pengembangan dan pembinaan bahasa kementerian pendidikan dan kebudayaan, sehingga kami dari kantor Bahasa Indonesia NTT sebagai unit pelaksana tenis di daerah akan melakukan lomba penulisan Bahasa Indonesia yang baik dan santun di media ruang publik seperti pada Angkot di Kota Kupang sesuai dengan SOP yang sudah ada,” kata kepala kantor bahasa NTT, Valentina Lovina Tanate kepada wartawan di ruang Sasando Balai Kota Kupang, Jumat (2/12/2016).

Tanate mengatakan, banyak angkutan umum yang sering menuliskan kata-kata yang tidak santun sehingga terkesan kurang mendidik, apalagi penggunan angkot banyak sekali anak sekolahan dari tingkatan SD, SMP SMA, sehingga butuh cara yang bijak untuk menyadarkan pemilik angkot untuk menuliskan kata-kata yang santun pada angkutan kota.

Selain melakukan kegiatan lomba, sesuai SOP yang sudah ada maka langkah awal yang dilakukan oleh Kantor Bahasa adalah melakukan kesepakatan bersama dengan Dinas Perhubungan, Kesbangpol dan Perijinan Satu Pintu Kota Kupang, agar memberi pengawasan yang lebih bagi angkot yang beroperasi di Kota Kupang. Kerja sama dimaksud untuk menertipkan angkutan yang masih menggunakan kata-kata tidak santun, seperti tidak mengeluarkan perpanjangan ijin trayek bagi angkutan yang belum mengahapus tulisan-tulisan yang tidak mendidik.

Baca : KPK Terima 79 Pengaduan Indikasi Korupsi Dari NTT

“Salah satu kesepakatan kami yaitu, ketika angkot mengajukan ijin atau perpanjangan trayek, maka kantor bahasa NTT akan melihat kondisi angkot. Setelah itu baru kami mengeluarkan keterangan pengunaaan bahasa yang baik dan ramah baru ijin trayek dikeluarkan. Apalagi sesuai kajian akdemis, bahasa yang ditulis pada angkot sering menggunakan kata-kata yang tidak santun,” kata Tanate.

Tanate menambahkan, program yang dilakukan kantor bahasa NTT, tentunya mendukung Perda yang ada yakni Perda nomor 5 tahun 2000 tentang angkutan kota yang salah satu pasalnya tulisan dalam Angkot harus menggunakan bahasa Indonesia yang santun sehingga dasar kerja sama saling mendukung.

Sementara itu, Kapala Dinas Perhubungan Kota Kupang, Yogers Leka mengatakan, sebagaimana yang diketahui kondisi riil di Kota ini dalam penggunaan bahasa pada Angkot yang ada terlihat sangat kurang santun. Sehingga melalui lomba ini kiranya dapat menyadarkan dan memberikan pemahaman bagi masyarakat khususnya pengusaha Angkot.

“Dalam mendukung program ini, kami telah mengeluarkan surat himbuan kepada pengusaha Angkot untuk dapat mengusulkan bahasa yang diatur oleh pengusaha Angkot dan nantinya akan dilihat oleh kami bersama kantor bahasa untuk melihatnya mana yang pantas dan baik, sehingga dapat mendidik bagi generasi muda nantinya,” kata Leka.

Menurut Leka, kedapan melalui program ini Dishub akan berekerjasama dengan badan perinjinan, dalam mengurus ijin salah satu persayarat setalah mendapat surat keterangan dari kantor bahasa baru bisa ijinnya dikeluarkan. Hal ini dilakukan karena sudah ada Perdanya.