Ibu Hamil Wajib Melahirkan di Fasilitas Kesehatan Memadai

Bagikan Artikel ini

Laporan Marten Don
Ruteng, NTTOnlinenow.com – Untuk meminimalisir kasus kematian ibu dan anak (KIA), sebaiknya para ibu-ibu hamil (Bumil), pasangan usia subur (PUS) dan ibu menyusui harus melakukan pemeriksaan kesehatan rutin dan konsultasi dipihak medis setempat.

Demikian kata, Kepala Desa Mata Wae, Willem Maas, pada kegiatan Sosialisasi Kesehatan Ibu dan Anak, Senin (10/12/2016) di kantor desa Mata Wae, Kecamatan Satar Mese Utara, Kabupaten Manggarai.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh dua narasumber dari Puskesmas Langke Majok, Ermelinda Vera Suwinai, A.Md,Keb dan Mari Goreti Gudula Jano,S.Tr.Keb, dengan moderator, Ronaldus Satria Budikusuma, A.Md.Kep dan peserta kegiatannya yaitu, ibu hamil (BUMIL ) pasangan usia subur (PUS), ibu menyusui dan kader posyandu.

Diawal pemaparan materinya, narasumber pertama, Ermelinda Vera Suwinai mengatakan bahwa, motto revolusi KIA, adalah “Datang satu, pulang harus dua, tigapun boleh, asal jangan pulang satu atau sama sekali tidak ada yang pulang,” katanya.

Kasus Kematian Ibu dan Anak (KIA) di Kabupaten Manggarai saat ini sedikitnya menurun atau sudah dapat ditekan bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, lanjut Vera.

Secara umum, ada beberapa penyebab tingginya AKI, yaitu melahirkan terlalu muda, melahirkan terlalu tua, terlalu sering dan melahirkan terlalu banyak anak. Maka salah satu solusinya adalah melalui program Keluarga Berencana (KB).

Sedangkan kematian maternal disebabkan tiga terlambat, yaitu, terlambat mengambil keputusan, terlambat transportasi dan terlambat mendapatkan pertolongan medis.

Selain itu penyebab kematian bayi yaitu, lahir kurang bulan (prematur), persalinan tidak normal, berat badan lahir rendah, anemia dan infeksi.

Baca : Pemkab Lembata Kucurkan Rp 20 Miliar Sukseskan Hari Nusantara

Vera, juga menyebutkan beberapa penyebab kematian balita, diantaranya, diare, ISPA, campak, kurang gizi dan polio.

Sementara itu, Narasumber kedua, Maria G.G.Jano atau yang akrab disapa Ety, senada dengan Vera, juga menjelaskan bahwa AKI dan AKB di Kabupaten Manggarai saat ini memang terbilang menurun atau sudah sedikitnya dapat diminimalisir dari tahun-tahun sebelumnya namun masih saja terjadi.

Penurunan tersebut karena masyarakat dalam hal ini Bumil sudah mulai memahami akan pentingnya melahirkan difasilitas kesehatan yang ada, dibandingkan sebelumnya hanya mengandalkan dukun kampung.

Dirinya menyarankan, agar jika selama kehamilan wajib melakukan pemeriksaan rutin dipihak medis setempat. Dan jika mengalami tanda-tanda aneh seperti salah satunya pembengkakan pada tubuh, agar segera berkonsultasi degan pihak medis yang ada.

Namun khusus di wilayah puskesmas Langke Majok, tempat kedua Narasumber bertugas, keduanya tak menampik jika masih ada masyarakat yang belum memahami sepenuhnya akan pentingnya melahirkan difasilitas kesehatan, namun lagi-lagi mayoritas sudah memahami.

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh desa Mata Wae, Kecamatan Satar Mese Utara, Kabupaten Manggarai dengan sumber dana alokasi dana desa (ADD) 2016.