Nelson Matara: Rakerda PDIP Bukan Forum Penetapan Calon Gubernur NTT
Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD PDI Perjuangan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bukan merupakan forum untuk menetapkan dan memutuskan calon gubernur periode 2018-2023.
Dalam Rekerda itu banyak hal yang dibahas, bukan hanya calon gubernur tetapi juga calon bupati disejumlah daerah di NTT.
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Provinsi NTT, Nelson Obed Matara menyampaikan, selain calon gubernur dan calon bupati disejumlah kabupaten, ada pun yang dibicarakan dalam Rakerda itu adalah program Desa Mendiri Anggur Merah (DeMAM) program unggulan Frans Lebu Raya.
Dia mengatakan, program Desa Mandiri Anggur Merah harus diteruskan pasca berakhirnya masa jabatan Frans Lebu Raya pada 2018. Ini adalah tantangan besar bagi PDI Perjuangan untuk mencari kader dan dicalonkan menjadi calon Gubernur NTT dan jika terpilih maka harus melanjutkan program tersebut.
“Sesuai hasil kajian yang disampaikan mantan Rektor Undana Kupang, Prof. DR Frans Umbu Data yang mengatakan program Anggur Merah itu sangat baik sehingga harus dilanjutkan,” kata Nelson kepada wartawan di Kupang, Senin (5/12/2016).
Baca : Bawaslu Dorong Calon Pemilih Lakukan Perekaman e-KTP
Dalam Rakerda yang digelar Minggu (4/12), PDI Perjuangan membahas persiapan pilkada di Kota Kupang, Lembata, dan Flores Timur pada Februari 2017, pilkada di 10 kabupaten pada 2018 yang bersamaan dengan pemilu gubernur NTT. Meski begitu, Rakerda bukan merupakan forum untuk memutuskan calon Gubernur NTT dan juga calon bupati di 10 kabupaten.
Dikatakannya, dalam Rekrda itu ada sejumlah nama yang disebutkan untuk disurvei dalam calon Gubernur NTT seperti Raymundus Sau Fernandes, Nelson Matara, Andre Hugo Parera, Herman Heri, Lusia Adinda Lebu Raya, dan Kristo Blasin.
Nama-nama politisi PDI Perjuangan tersebut akan disurvei oleh dua lembaga yakni Indo Baru Meter dan Lembaga Survei Indonesia (LSI) pada Januari 2017. Hasil survei itu akan dibahas dan ditindaklanjuti oleh partai. Selain kader PDI Perjuangan, tidak tertutup kemungkinan kader dari partai lainnya juga akan disurvei guna mengantisipasi koaliasi.
“Dua lembaga survei itu diminta oleh PDI Perjuangan. Kader yang namannya diusulkan oleh partai akan disurvei oleh lembaga survei yang terpercaya,” kata Nelson.
Nelson menambahkan, titik akhir PDI Perjuangan adalah harus mencari figur dan dicalonkan menjadi menjadi Calon Gubernur NTT untuk melanjutkan program Anggur Merah pasca berakhirnya masa jabatan Frans Lebu Raya.

