Program Baksos Tidak Hanya Bersifat Kemiliteran Tapi Memberdayakan Warga

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Program TNI yang dilakukan melalui kegiatan bakti sosial tidak hanya bersifat kemiliteran menjaga kedaulatan wilayah NKRI di perbatasan, tetapi juga memberdayakan masyarakat yang berada di daerah batas dalam meningkatkan kesejahteraan.

Hal itu disampaikan Dandim 1605/Belu, Letkol Czi Nurhidin Adi Nugroho saat menghadiri kegiatan baksos Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur, Yonif Raider 641/Beruang di Desa Dafala, Kecamatan Tastim, Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah perbatasan Indonesia dan Timor Leste, Sabtu (26/11/2016).

Dijelaskan, kegiatan baksos yang dilakukan satuan Yonif 641/Beruang merupakan salah satu tugas dari program pembinaan teritorial kemanunggalan TNI selain tugas pokok melaksanakan pengamanan kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI di batas Indonesia dengan Timor Leste.

Baca : Waaslog Panglima TNI Tinjau Perbatasan RI-RDTL

“Besar harapan saya program baksos ini terus dilanjutkan. Karena ini salah satu dukungan terhadap program Pemda dalam membantu tingkatkan kesejahteraan warga Belu,” ujar dia.

Nurhidin juga meminta kepada warga Desa Dafala dan Lo’okeu yang menerima bibit ubi ungu pemberian Satgas agar bisa terus merawat, mengembangkannya sehingga memperoleh hasil yang bisa mencukupi kehidupan.

“Tanaman ini tidak hanya dimanfaatkan kebutuhan semata atau dimakan sendiri, tapi bisa untuk diperjual belika di pasar untuk kebutuhan hidup lainnya. Bibit ini bisa dijadikan modal untuk terus dikembangkan supaya dapat meningkatkan kesejahteraan,” urai dia.

Melalui kegiatan baksos ini jelas Nurhidin dapat mempererat kesatuan dan persatuan antara TNI dan rakyat di daerah perbatasan. Dihimbaukan kepada warga Dafala dan Lo’okeu agar tetap menjaga persatuan dan kesatuan di wilayah perbatasan.

“Karena kedaulatan NKRI tidak diukur dari kekuatan TNI dan Polri, tapi kedaulatan bangsa itu ditentukan rakyat sendiri,” tegas dia.