Peduli Pariwisata, Harian Victory News Gelar Seminar Nasional
Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Peduli terhadap pengembangan sektor pariwisata di Nusa Tenggara Timur (NTT), Harian Umum Victory News akan menggelar Seminar Nasional tentang pariwisata di Kupang, NTT pada, Rabu 09 November 2016.
Seminar dengan tema “Menjadikan NTT sebagai New Tourism Teritorry” itu akan menghadirkan sejumlah pemateri diantaranya Menteri Pariwisata Arief Yahya, Ketua Fraksi NasDem DPR RI, Victor Bungtilu Laiskodat, dan Bupati Alor, Amon Djobo.
“Sejak Koran Harian Victory News berdiri, kami sangat konsen dengan pariwisata di NTT. Memasuki usia lima tahun ini Victory News ingin fokus beritakan masalah pariwisata di NTT dan mengajak media lain untuk jadikan pariwisata sebagai isu seksi,” kata Redaktur Pelaksanan Harian Victory News, Damianus Ola kepada wartawan di Kupang, Senin (7/11/2016).
Menurut Damianus, Victory News memandang kalau isu politik masih lebih kuat jika dibandingkan dengan isu pariwisata. Maka itu, harus mengedepankan pariwisata sebagai isu seksi untuk diberitakan oleh awak media.
Pada kesempatan itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatifa Provinsi NTT, Marius Jelamu menjelaskan, perhatian Victory News harus didukung sebagai upaya mendukung sektor pariwisata di daerah itu. Dengan bantuan pemberitaan media massa maka isu-isu pariwisata di NTT semakin mencuat.
Merupakan sebuah penghargaan karena NTT tidak hanya menjadi destinasi wisata nasional, tetapi sudah masuk tujuan wisata internasional. Dengan dikenalnya NTT sebagai destinasi internasional maka pemerintah pusat menempatkan NTT sebagai destinasi prioritas nasional.
Labuan Bajo, Manggarai Barat masuk dalam sepuluh destinasi wisata prioritas (Top 10) tahun 2016 maka perhatian pemerintah pusat untuk NTT semakin tinggi, termasuk pembangunan bandara-bandara disejumlah daerah.
Baca: Desember Akan Ada Mutasi Jabatan di Lingkup Pemkot Kupang
“Ada kajian penerbangan langsung dari luar negeri ke Labuan Bajo. Kalau ada penerbangan langsung maka sudah ada penghematan waktu dan energi. Kami sedang berjuang penerbangan Kupang-Dili-Darwin,” kata Marius.
Dia mengemukakan, pemerintah pusat jadikan sektor pariwisata sebagai prioritas pembangunan ekonomi. Namun, keterbatasan APBD I dan II yang menjadi salah satu kendala pengembangan objek-objek dan infrastruktur pariwisata di NTT.
Untuk mempromosikan pariwisata dibutuhkan anggaran yang lumayan besar. Sektor pariwisata NTT tidak bisa dibangun dengan alokasi anggaran hanya Rp 18 miliar. Karena itu, BUMD dan BUMN harus membantu membangun pariwisata.
Dikatakannya, membangun pariwisata tidak hanya mengandalkan anggaran pemerintah yang harus dibagi untuk semua sektor, dengan demikian maka sangat dibutuhkan intervensi pihak lain seperti investor dari luar negeri untuk melakukan investasi.
“Hal yang cukup mengganggu jalannya pembangunan sektor pariwisata adalah masalah ketersediaan lahan yang sering menjadi sengketa antara sejumlah pihak,” katanya.
Dia mengusulkan NTT harus budayakan keramahtamahan terhadap investor yang melakukan investasi dan semua wisatawan yang berwisata di NTT.

