Pulau Nuca Molas Akan Dijadikan Kawasan Pengembangan Ternak

Bagikan Artikel ini

Laporan Marten Don
Ruteng, NTTOnlinenow.com – Pulau Nuca Molas, Kecamatan Satar Mese Barat, Kabupaten Manggarai, Flores, NTT direncanakan akan menjadi kawasan strategis untuk pengembangan ternak sapi oleh dinas peternakan, perikanan dan kelautan Kabupaten Manggarai, kata Kabid Peternakan Manggarai, Ir. Tadeus Dapang, kepada NTTOnlinenow.com, Selasa (18/10/2016) di Ruteng.

Kawasan tersebut seluas kurang lebih 1600 hektar. Rencananya akan bekerjasama dengan Universitas Nusa Cendana (UNDANA) Kupang untuk kemudian dilakukan survei terlebih sahulu. Setelah itu akan dibuatkan peraturan Bupatinya, terang Kabid Dapang.

Alasannya memilih lokasi Nuca Molas karena pulau tersebut terbilang masih terisolir, termasuk terisolir dari penyakit ternak tertentu, hamparan padangnya masih cukup luas dan mayoritas penduduknya nelayan. Akan tetapi saat ini dengan masuknya sejumlah sapi milik pribadi masyarakat setempat, ternyata hal itu menjadi animo tersendiri bagi masyarakat diwilayah itu, dimana sebagiannya kini mulai beralih ke peternakan.

Rencananya 2 jenis sapi yang akan dikembangkan disana, yaitu Sapi Sumba Ongol dan Sapi Bali.

Baca :Melalui Upacara Kesadaran Bersama, TNI Polri Mantapkan Tugas Negara

Hingga kini, total populasi ternak yang tersebar di 13 Kecamatan di Kabupaten Manggarai, terhitung sejak tahun 2014 hingga 2015, diantaranya, tahun 2014, Sapi 23.141, Kerbau 7099, Babi 34.669, Kambing 10.086. Sedangkan, populasi ternak tahun 2015, Sapi 23.882, Kerbau 7814, Babi 35.803 dan Kambing 10.375.

Rata-rata kenaikan populasi ternak setiap tahunnya, yaitu Sapi 1,95 persen, Kerbau 1,78 persen, Kambing 2,87 persen, Babi 3,27 persen.

Sedangkan, jumlah bibit ternak yang disalurkan kemasyarakat di tahun 2016, yaitu Sapi 176 ekor, Kambing 352 ekor, Babi 418 ekor.

Beberapa wilayah yang tergolong potensial untuk pengembangan ternak kedepannya, seperti Kacamatan Satar Mese, Satar Mese Barat, Reok, dan Reok Barat.

Terkait bibit ternak, sejauh ini tidak ada masalah, namun yang masih menjadi kendala adalah teknologi seperti kawin suntik. “Dari sisi kualitas, umumnya ternak kita baik,” ujarnya.

Secara umum, animo masyarakat Manggarai terhadap peternakan itu, setiap tahunnya mengalami peningkatan. Hal itu disebabkan, selain karena masih tersedianya lahan untuk beternak, juga karena dianggap proses pemeliharaannya lebih mudah, pasarannya juga mudah, termasuk mudah mendapatkan uang, tandasnya.