Pemkab Belu Sepihak Tetapkan Calon Kades Lasiolat

Bagikan Artikel ini

 

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Proses penetapan Calon Kepala Desa Lasiolat, Kecamatan Lasiolat menuai kontroversi. Pasalnya penetapan terhadap ketiga Calon Kades, Rita Besin, Bau Mau Antonius dan Siprianus Bele dilakukan dua kali.

Menurut Florita Besin, dirinya bersama dua Calon Kades telah ditetapkan secara sah oleh panitia pemilihan Kepala Desa pada tanggal 3 September lalu di Kantor Camat Lasiolat. Namun pada tanggal 27 September dilakukan penetapan dua Calon Kades Bau Mau Antonius dan Siprianus Belu oleh Bupati Belu diruang Bupati tanpa melibatkan dirinya.

“Masa proses penetapan calon Kepala Desa bisa dilakukan dua kali. Padahal sudah penetapan sah oleh Panitia tiga Calon Kades pada tanggal 3 September di depan masyarakat. Tapi kok tanggal 27 September Bupati tetapkan lagi hanya dua calon Kades saja tanpa melibatkan saya,” papar Besin dihadapan Komisi I DPRD Belu bersama Anggota Dewan lain saat mengadukan permasalahan, Kamis (29/6/2016).

Sopir Kapolres TTU Cs Keroyok Calo Penumpang Bis Hingga Babak Belur

Besin menjelaskan, ada pemberitahuan melalui surat undangan tanggal 27 September lalu yakni untuk menyelesaikan menyelesaikan permasalahan Pilkades Lasiolat. Tapi dalam perjalanan ada penetapan lagi calon Kepala Desa Lasiolat oleh Bupati, yakni hanya dua calon Kades. Penetapan kedua tidak melibatkan dirinya calon Kades dan pendukung, hanya undang dua calon Kades dan pendukungnya.

“Hari ini kami datang mengadu ke DPRD supaya fasilitasi selesaikan permasalahan ini. Masa sudah tetapkan di Kecamatan, terus dipanggil lagi penetapan di ruang Bupati. Ini maksudnya apa, tolong jelaskan ke kami karena kami tidak mengerti,” ujar mantan Kades Lasiolat itu.

Besin menilai, penetapan kedua terhadap dua calon Kades Lasiolat pada tanggal 27 September kemarin dinilai sepihak, tertutup dan liar karena hanya melibatkan dua calon dan pendukungnya, sementara dirinya bersama pendukung tidak dilibatkan.

Dua Miliar Anggaran Pengamanan Pilwakot Disetujui DPRD

“Besok kami akan datang lagi dengan pendukung yang banyak untuk mendengarkan jawaban dari Pemerintah,” tukas dia.

Ketua Komisi I DPRD Belu, Edu Mau Boy menjelaskan, permasalahan Lasiolat telah final saat DPR memberikan rekomendasi kepada Pemerintah Daerah terkait pencalonan Kades, dan Pemerintah mengambil langkah penetapan Dewan kurang mengetahuinya.

“Komisi akan mempertanyakan kepada Pemerintah soal permasalahan dua kali penetapan calon Kades Lasiolat,” ucap dia.

Senada Anggota DPRD Aqulina Ili asal daerah pemilihan II wilayah Lamaknen mempertanyakan aturan mana yang memperbolehkan penetapan terhadap calon Kades bisa dilakukan dua kali. “Kami akan angkat dalam Fraksi, kok ada aturan yang menetapkan calon Kades dua kali,” ketus politisi PDIP itu.