119 Anggota Inkai Belu Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua NTTOnlinenow.com –  Sebanyak 119 anggota Institut  Karate-do Indonesia (Inkai) cabang Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah Perbatasan Indonesia-Timor Leste mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat (UTK), Minggu (18/9) kemarin di Aula Makodim 1605/Belu.

Sebelum puncak ujian kenaikan tingkat, terlebih dahulu peserta anggota Inkai dari ranting Kodim 1605/Belu, Atapupu, Haliulun, SMPK Don Bosco dan Satpol PP Belu wajib melakukan Gashuku (latihan bersama) selama tiga hari di Lapangan Hitam Makodim, sejak hari Jumat hingga Minggu.

Adapun peserta 119 anggota Inkai tersebut terdiri dari sabuk putih berjumlah 77 orang, sabuk kuning 19 orang, sabuk hijau 6 orang, sabuk biru 7 orang dan sabuk cokelat 10 orang.
Materi yang diberikan dalam Gashuku sendiri ialah berupa latihan fisik, berorganisasi, kemandirian dan mencintai lingkungan.

Ketua Federasi Olah Raga Karate-do Indonesia (Inkai) Cabang Kabupaten Belu, Petrus Bere kepada NTTOnlinenow.com, Senin (19/9/2016) mengatakan, sesuai AD/ART setiap enam bulan itu diadakan ujian kenaikan tingkat sabuk bagi seluruh anggota Inkai cabang Belu. Tradisi Gashuku yang digelar bertujuan untuk penyeragaman teknik dan mendidik anggota supaya lebih mandiri dari segala ketergantungan orang tua anggota.

“Jadi kegiatan ujian itu didahului dengan Gashuku yakni persiapan fisik, mental dan teknik untuk menghadapi ujian. Hari Jumat dan Sabtu mereka lakukan Gashuku sehingga hari Minggu kemarin telah dilaksanakan yang berjalan dengan baik dan lancar,” ujar dia.

Baca Juga : Forki Bangga Prestasi Inkai Belu Rebut 16 Medali di Kejurda

Dijelaskan bahwa, tujuan digelarnya Gashuku dan UKT ialah untuk mengevaluasi para anggota dalam latihan selama beberapa bulan kebelakang di masing-masing ranting serta guna menyambung tali silaturahmi antara Pengurus, Pelatih, anggota serta orang tua.

“Kegiatan ini memberikan pembelajaran bahwa karate-do tak sekedar mengajarkan pukulan, tendangan, tangkisan saja, melainkan keseluruhan dalam pola hidup yang mandiri dan bertanggung jawab dalam mengamalkan sumpah karate setiap harinya,” tutur Sekda Belu itu.

Tambah Ketua Forki itu, sesuai rencana tahun depan 2017 mendatang Kabupaten Belu akan menjadi tuan rumah pelaksana Kejurda Inkai prestasi. Oleh karena itu setelah selesai ujian ini, supaya dipersiapkan atlet dari jauh-jauh hari sebelumnya.

“Anggota atlet harus persiapkan fisik, teknik dan mental sejak dini untuk event tahun depan. Saya punya ambisi supaya kita tuan rumah harus juara umum pertahankan piala utama di Belu,” harap Shempai Bere.